Senin, 05 Desember 2016

Arti Hardiknas Sesungguhnya


"Bisa jadi kamu bukan orang yang benar-benar baik. Kamu kelihatan baik hanya karena kamu diantara orang-orang yang lebih buruk dibanding dirimu." [Ibnu Athaillah]

Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap tanggal 2 Mei pada setiap tahunnya. Peringatan ini tidak semata-mata dimaksudkan untuk mengenang hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara selaku Bapak Perintis Pendidikan Nasional, namun lebih merupakan sebuah momentum untuk kembali menumbuhkan rasa paatriotisme dan nasionalisme pada seluruh insan pendidikan.
Menurut UU SISDIKNAS No.20 tahun 2003, pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mampu mengembangkan potensi yang ada  didalam dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, kepribadian yang baik, pengendalian diri, berakhlak mulia, kecerdasan, dan keterampilan yang diperlukan oleh dirinya dan masyarakat.
Pemerintah mengajak semua masyarakat untuk bergerak bersama dalam memajukan pendidikan. Karena pendidikan adalah tanggung jawab moral bersama, selain itu literasi dasar menjadi komponen kemampuan abad 21 yang perlu kita perhatikan berikutnya. Literasi dasar memungkinkan anak-anak meraih ilmu dan kemampuan yang lebih tinggi serta menerapkannya kepada kehidupan hariannya, Anies Baswedan(Pikiran Rakyat, 2 Mei 2016).
Selain pada perlibatan publik, pendidikan juga harus menekankan pada pendidikan karakter, karena keseimbangan karakter baik ini akan menjadi pemandu dalam menghadapi lingkungan perubahan yang begitu cepat.
Ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi telah membawa dunia berevolusi dengan kecepatan perubahan yang teramat tinggi. Banyak hal yang bahkan di penghujung abad ke-20 masih terkategori sebagai imajinasi, kini telah terealisasi.

Pemanfaatan ilmu dan sumber daya saat ini haruslah terdorong untuk saling berbagi, bukan hanya untuk mengumpulkan materi. Uang bukan lagi segalanya, kepemilikannya hanyalah amanah yang bersifat sementara dan derajat manusia lebih akan ditentukan derajat kontribusinya bagi peradaban, umat, dan diri sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar