“Senjata orang-orang yang hina adalah ucapan
yang kotor.” [Abu Ja’far Al-Qurasyi r.a.]
Ideologi Liberalisme merupakan suatu paham liberalism yang
berkembang dari akar-akar rasionalisme yang merupakan sumber kebenaran
tertinggi serta memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada individu dalam
segenap bidang kehidupannya.
Inggrislah yang memulai timbulnya liberalisme yang
diakibatkan oleh pemikiran yang disebut zaman pencerahan (aufklarung) yang menyatakan, bahwa manusia memberikan penghargaan
dan kepercayaan besar pada rasio. Rasio dianggap sebagai kekuatan yang
menerangi segala sesuatu di dunia ini. Zaman yang dihadapi oleh masyarakat pada
abad ke-18 adalah zaman yang benar-benar membuka pintu baru yang memungkinkan
manusia bisa memperoleh yang sama sekali baru. Pengertian baru bukan hanya
bidang ekonomi dan politik, tetapi juga dalam pemikiran dan seluruh system yang
ada dalam kehidupan abad ke-19 dan selanjutnya. Liberalisme akan membawa suatu
system, yaitu kapitalisme.
Liberalisme memandang manusia sebagai makhluk bebas yang kebebasannya melalui
unsur nasionalisme, materialisme, dan empirisme, serta individualisme.
Dengan mengartikan liberal sebagai
suatu paham penegasan, dalam perkembangannya akan muncul liberalisme politik,
ekonomi, kebudayaan, moral, dan sebagainya. Dari liberalisme politik lahirlah
konsepsi demokrasi yaitu negara dikelola dari, oleh, dan untuk rakyat,
sedangkan liberalisme ekonomi bertujuan menghindari campur tangan pemerintah
serta sistem ekonomi monopoli. Liberalisme juga menentang otoriter yang
menjunjung tinggi kebebasan individu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar