Jumat, 09 Desember 2016

Ideologi Liberalisme



“Senjata orang-orang yang hina adalah ucapan yang kotor.” [Abu Ja’far Al-Qurasyi r.a.]

Ideologi Liberalisme merupakan suatu paham liberalism yang berkembang dari akar-akar rasionalisme yang merupakan sumber kebenaran tertinggi serta memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada individu dalam segenap bidang kehidupannya.
Inggrislah yang memulai timbulnya liberalisme yang diakibatkan oleh pemikiran yang disebut zaman pencerahan (aufklarung) yang menyatakan, bahwa manusia memberikan penghargaan dan kepercayaan besar pada rasio. Rasio dianggap sebagai kekuatan yang menerangi segala sesuatu di dunia ini. Zaman yang dihadapi oleh masyarakat pada abad ke-18 adalah zaman yang benar-benar membuka pintu baru yang memungkinkan manusia bisa memperoleh yang sama sekali baru. Pengertian baru bukan hanya bidang ekonomi dan politik, tetapi juga dalam pemikiran dan seluruh system yang ada dalam kehidupan abad ke-19 dan selanjutnya. Liberalisme akan membawa suatu system, yaitu kapitalisme. Liberalisme memandang manusia sebagai makhluk bebas yang kebebasannya melalui unsur nasionalisme, materialisme, dan empirisme, serta individualisme.
Dengan mengartikan liberal sebagai suatu paham penegasan, dalam perkembangannya akan muncul liberalisme politik, ekonomi, kebudayaan, moral, dan sebagainya. Dari liberalisme politik lahirlah konsepsi demokrasi yaitu negara dikelola dari, oleh, dan untuk rakyat, sedangkan liberalisme ekonomi bertujuan menghindari campur tangan pemerintah serta sistem ekonomi monopoli. Liberalisme juga menentang otoriter yang menjunjung tinggi kebebasan individu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar