Jumat, 16 Desember 2016

Inovasi Dakwah bukan Bid’ah


“Sebaik-baikperubahan adalah perubahanmu menuju kebaikan dengan ilmu.”[Hijrah]

Para ulama membagi bid’ah dalam 4 kategori yaitu:
1.    BID’AH WAJIB adalah Bid’ah wajib seperti menciptakan ilmu bantu untuk memahami  al-quran mencakup    ilmu nahwu, usul fiqih, dan seterusnya
2.  BID’AH SUNAH adalah Yaitu kebaikan yang tidak ada di zaman Raasulullah seperti Tarawih berjamaah.
3.      BID’AH MUBAH adalah Yaitu seperti mengenakan baju yang indah, dan memiliki rumah
4.      BID’AH HARAM adalah Yaitu perkara baru yang jelas menentang Al- qur’an dan Sunnah.

Inovasi tidak dapat dipisahkan dari dakwah islam. Mushaf Al-qur’an dan kitab-kitab hadist yang menjadi referensi kita dalam menggali nilai-nilai islam adalah produk inovasi. Dengan kecerdasan para ulama memahami konteks zaman, mereka giat membukukan hadist yang tidak diperintahkan bahkan dilarang oleh Rasulullah.

Dakwah kultural indonesia
Pendekatan dakwah kultural yang dilakukan para wali membentuk corak islam Nusantara yang khas, yaitu islam yang bersifat keindonesiaan. Efektivitas pendekatan kultural dalam meneybarluaskan agama islam terlihat pada peninggalan-peninggalan para wali yang berwujud tradisi lokal, antara lain :
  1. Arsitektur Masjid
            Peninggalan para wali berupa seni  arsitektur terlihat pada bentuk-bentuk bangunan masjid beratap tumpang seperti bentuk bangunan peribadatan umat Hindhu. Misalnya, Masjid Agung         Demak, Menara Kudus, Masjid Agung Banten, dan Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta.
  1. Makam atau Nisan
Makam dalam tradisi Islam di indonesia menggunkan bahan marmer atau batu dan berbentuk mahkota seperti kubah masjid (maesan), terkadang berhiaskan kaligrafi atau arabeska. Misalnya, Makam Sultan Malikus Shaleh di Samudera Pasai dan makam  para Wali di Jawa.
  1. Gamelan dan Wayang
Gamelan Jawa yang ditabuh saat upacara sekaten bagi yang akan masuk islam dengan pembacaan syahadat. Sekaten ini dilaksanakan pada bulan Maulud. Sedangkan wayang adalah seni pertunjukan populer di Tanah Jawa sebagai hasil akulturasi dengan budaya India. Cerita pewayangan diambil dari kitab Ramayana dan Bharatayudha. Bagi orang Jawa, wayang bukan hanya sebagai tontonan, tetapi juga tuntunan karena sarat dengan pesan moral yang menjadi filsafat  hidup orang Jawa.
  1. Sastra
Religiusitas merupakan tema universal yang menjadi tema sastra dari  Hamzah Fansuri hingga Sutardji. Meski sastra islam tidak diakui secra universal, tampaknya sastra sislam telah menjadi genre tersendiri. Sastra Islam dikenal dengan banyak sebutan, diantaranya : sastra sufistik, sastra suluk, sastra transendental, sastra profetik, atau hikayat.
  1. Tradisi
            Beberapa bentuk tradisi Islam yang masih terpelihara hingga saat ini adalah tradisi yang terkait siklus hidup ( lahir, khitan, nikah, dan kematian) dan upacara-upacara keagamaan serta peringatan hari besar islam.

            Diantara tradisi yang masyhur adalah tahlilan. thalilan termasuk budaya hindhu untuk menghormati orang yang telah meninggal atau merayakan dupa, namun dalam islam dupa diganti dengan riungan dan membaca surat yasin dan surat-surat pendek.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar