Minggu, 18 Desember 2016

Mengenal Tasawuf




“Jadilah seperti pohon
Yang lebat buahnya
Yang tumbuhdi tepi jalan
Yang dilempari orang dengan batu
Tapi membalasnya dengan buah.”

Menurut testimonologi para ulama:
  1. Tasawuf berasal dari kata Shuffah (pelana kuda)
  2. Tasawuf berasal dari kata Shuff (woll kasar)
 Tokoh yang pertama kali di gelari kata ash-Shufi adalah Abu Hasyim al-Kufi ash-Shufi (267 H)
Menurut Syekh Ahmad ibn Athaillah, arti dan asal kata bahasa Tasawuf:
Suffah adalah Segolongan sahabat-sahabat Nabi yang menyisihkan dirinya di serambi masjid Nabawi, untuk mendengarkan fatwa-fatwa Rasulullah.
Sufatun adalahBulu Binatang (baju dari bulu binatang)
Suuf al sufa’ adalah Bulu yang terlembut, dimaksudkan bahwa orang sufi bersifat lemah-lembut
Safa’ adalah Suci, bersih, lawan kotor.

Para Ulama Berbeda Pandangan Mengenai Akar Kata dan Definisi Tasawuf, berikut Menurut Para Ahli:
Syekh al-Imam al-Qusyairi dalam kitabnya “Risalah al-Qasyairiyyah
“Orang-orang yang senantiasa mengawasi nafasnya bersamaan dengan Allah Ta’ala. Orang-orang yang senantiasa memelihara hati atau qalbunya dari berbuat lalai dan lupa kepada Allah dengan cara tersebut di atas dinamakan tasawuf”
Abu Muhammad al-Jariri dalam kitabnya “al-Risalah al-Qusyairi”
“Masuk dalam setiap moral yang luhur dan keluar dari setiap moral yang rendah.”
Abd al-Husain al-Nur
“Tasawuf adalah kemerdekaan, kemurahan tidak membebani diri serta dermawan.”
Ruh Ilahi > Qalbu > Manusia Tasawuf selalu berada dalam daerah Ilahi yang qadim.

Sebagaimana diajarkan Allah dalam Hadis Qudsi:
            “Allah berfirman dalam hadis Qudsi, sekiranya Aku, diletakkan di bumi dan langit-Ku tidak mampu memuat Aku dan qalbu-nya orang mukmin dapat memuat Aku.”
Tasawuf merupakan jalan pembinaan karakter membentuk karakter yang sempurna.

Tujuan Tasawuf adalah etika murni/psikologi murni, mencakup:


1. Penyerahan diri sepenuhnya kepada kehendak mutlak Allah.
2. Penanggalan secara total keinginan-keinginan pribadi dan melepaskan dari sifat-sifat jelek.
3. Pemusatan pada perenungan terhadap Tuhan, tiada yang dicari kecuali Dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar