Jumat, 16 Desember 2016

Model Budaya Nusantara



“Minimal sudah membenci maksiat meski belum sempurna taat.”[muslimstayhandsome]

Di antara tradisi yang dikenal luas di Nusantara adalah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.Rasulullah SAW tidak pernah melakukan seremoni peringatan hari lahirnya.  Riwayat yang ditemukan menerangkan bahwa Rasullah SAW merayakan hari kelahiran dan penerimaan wahyunya dengan cara berpuasa.

“ Dari Abi Qatah al-Anshori RA sesungguhnya Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai puasa hari senin. Rasulullah SAW menjawab: Pada hari itu aku dilahirkan dan wahyu nditurunkan kepadaku.” (H.R. Muslim).


Menurut Imam As-Suyuthi, raja pertama yang memperingati hari kelahiran Rasulullah adalah Raja Al-Mudhafar Abu Sa’id Kukburi ibn Zainnudin Ali bin Baktakin (l. 549 H – W. 630 H). Tidak kurang adri 300.000 dinar dikeluarkan untuk bersedekah pada hati peringatan maulid ini. Intinya menghimpun semangat juang dengan membacakan syair ada karya sastra yang menceritakan kisah kelahiran Rasulullah SAW. Diantara karya yang paling terkenal adalah karya Syekh Al-Barzanji yang menampilkan riwayat kelahiran Nabi SAW dalam bentuk Natsar (prosa)dan Nazham(puisi).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar