“Minimal sudah membenci maksiat
meski belum sempurna taat.”[muslimstayhandsome]
Di antara tradisi yang
dikenal luas di Nusantara adalah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.Rasulullah
SAW tidak pernah melakukan seremoni peringatan hari lahirnya. Riwayat yang ditemukan menerangkan bahwa
Rasullah SAW merayakan hari kelahiran dan penerimaan wahyunya dengan cara
berpuasa.
“ Dari Abi Qatah al-Anshori RA
sesungguhnya Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai puasa hari senin.
Rasulullah SAW menjawab: Pada hari itu aku dilahirkan dan wahyu nditurunkan
kepadaku.” (H.R. Muslim).
Menurut Imam
As-Suyuthi, raja pertama yang memperingati hari kelahiran Rasulullah adalah
Raja Al-Mudhafar Abu Sa’id Kukburi ibn Zainnudin Ali bin Baktakin (l. 549 H –
W. 630 H). Tidak kurang adri 300.000 dinar dikeluarkan untuk bersedekah pada
hati peringatan maulid ini. Intinya menghimpun semangat juang dengan membacakan
syair ada karya sastra yang menceritakan kisah kelahiran Rasulullah SAW.
Diantara karya yang paling terkenal adalah karya Syekh Al-Barzanji yang
menampilkan riwayat kelahiran Nabi SAW dalam bentuk Natsar (prosa)dan
Nazham(puisi).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar