Sabtu, 31 Desember 2016
Indonesia dan Televisinya
Kemajuan IPTEKS membawa arus globalisasi lebih deras masuk ke negeri tercinta ini, Indonesia. Dampaknya sangat terlihat dari kecepatan bertukar informasi. Salah satu alat informasi yang masih mengakar adalah televisi. Keberadaanya kini menjadi kebutuhan primer dalam keluarga. Tidak dapat dipungkiri informasi yang ditanyangkan televisi menjadi salah satu bahan diskusi dikalangan masyarakat. Maka apa saja yang menjadi bahan pemberitaan televisi hendaknya memperhatikan etika jurnalistik. Namun sangat disayangkan, pemberitaan di televisi Indonesia lebih mengacu pada pemberitaan negatif, seperti kasus korupsi, kriminalitas, bahkan kehidupan rumah tangga selebritis. Tidak masalah jika pemberitaan masih dalam batas wajar atau sekedar memberitahu kepada masyarakat. Tapi pemberitaan ditelevisi Indonesia sudah melebihi minat para penontonnya.
Menurut pengamatan yang penulis peroleh terhadap penayangan berita negative ditelevisi Indonesia, kasus korupsi menjadi kejahatan yang paling sering dibahas secara besar-besaran dipertelevisian Indonesia, hampir seluruh stasiun menayangkan, mengundang saksi, pakar untuk membahas kasus tersebut. Selain korupsi, salah satu kejahatan kriminal yang menjadi sorotan di tahun 2016 ini adalah kasus pembunuhan Wayan Mirna Sholihin, kasus ini dibahas secara besar-besaran, bahkan sidang Jessica Kumala Wongso terduga pelaku pun ditayangkan secara langsung oleh salah satu stasiun tv swasta. Pemberitaan ini menghiasi pertelevisian Indonesia selama kurang lebih 10 bulan, dan berakhir pada vonis bersalah kepada Jessica. Selain dua kasus tersebut, kisah cinta dan kehidupan sebebritis menjadi bahan berita yang tidak ada habisnya, terlebih bila hal tersebut negatif. Peran pertelevisian sangat penting dalam membentuk pandangan seseorang terhadap suatu masalah. Maka akan lebih baik jika pemberitaan yang ditayangkan lebih bersifat positif, dan bukan berita negatif.
Salah satu dampak berita positif adalah dapat menjadi penyemangat penonton untuk melakukan hal yang sama. Contohnya. Pemberitaan tentang masuknya Timnas Indonesia ke final piala AFF tahun 2016 atau pemberitaan mengenai siswa-siswa pintar Indonesia yang mampu bersaing dikancah dunia. Hal-hal positif seperti ini akan menjadi penyemangat untuk bisa seperti mereka. Jika suatu prestasi dibuka dan sebarkan maka akan timbul rasa iri terhadap prestasi seseorang yang kemudian akan memacu diri untuk menjadi lebih baik dan bersaing secara sehat, sehingga akan muncul prestasi-prestasi lain. hal ini aka menjadi sebaliknya bila berita yang gencar ditayangkan adalah berita negatif, maka akan banyak hal-hal negatif yang bermunculan. Seperti kasus korupsi, jika menteri yang berkedudukan tinggi saja korupsi, maka masyarakat berpikir untuk ikut korupsi, dan masih banyak hal negatif lain yang muncul sebagai akibat berita negatif.
Oleh karena itu, awali dari masing-masing pribadi utnuk terbiasa menyampaikan berita-berita baik dan benar adanya. Pemberitaan yang bersifat negatif dan ditayangkan secara berlebihan alangkah lebih baik untuk mendapat teguran dari KPI(Komisi Penyiaran Indonesia), karena hal ini salah satu cara pembodohan bangsa dan tidak sesuai dengan tujuan NKRI(Negara Kesatuan Republik Indonesai) untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Rabu, 28 Desember 2016
Peran Logika Dalam Filsafat
Logika
adalah sarana untuk berpikir sistematis, valid dan dapat dipertanggungjawabkan
karena itu , berpikir logis adalah berpikir sesuai dengan aturan-aturan
berpikir, seperti setengah tidak boleh lebih besar daripada satu.
1.
Aturan cara berpikir yang benar
Kondisi adalah hal-hal
yang harus ada supaya sesuatu dapat terwujud, dapat terlaksana. Untuk berpikir
baik , benar,logis dialektis, juga dibutuhkan kondisi-kondisi tertentu :
a. Mencintai
kebenaran
Sikap ini sangat
pundamental untuk berpikir yang baik, sebab sikap ini senatiasa menggerakkan si
pemikir untuk mencari,mengusut, meningkatkan mutu berpikir dan penalarannya.
Menggerakkan si pemikir untuk senantiasa mewaspadai ruh – ruh yang akan
menyelewengkannya dari yang benar. Minsalnya menyederhanakan
kenyataan,menyempitkan cakrawala/ perspektif, berpikir
terkotak-kotak,memutlakkan titik berdiri atau suatu profil dan sebagainya.
b. Ketahuilah
dengan sadar apa yang sedang anda kerjakan
Kegiatan yang sedang
dikerjakan adalah kegiatan berpikir. Seluruh aktivitas intlek kita adalah suatu
usaha terus menerus mengerjakan kebenaran yang diselingi dengan diperolehnya pengetahuan
tentang kebenaran tetapi bersifat parsial.
c. Ketahuilah
dengan sadar apa yang sedang anda katakan
Pikiran diungkapkan
kedalam kata-kata.kecermatan pikiran terungkap kedalam kecermatan
kata-kata,karenanya kecermatan ungkapan pikiran kedalam kata merupakan sesuatu
yang tidak boleh ditawar lagi.
d. Buatlah
distingsi (pembeda) dan pembagian(klasifikasi)
Jika ada dua hal yang tidak memiliki
bentuk yang sama , hal itu jelas berbeda .tetapi banyak kejadian di mana dua
hal atau lebih menpunyai bentuk sama,namun tidak identik. Disinilah perlunya
membuat distingsi, suatu berbedaan.
e. Cintailah
difinisi yang tepat
Penggunaan bahasa
sebagai ungkapan sesuatu kemungkinan tidak ditangkap sebagaimana yang di
ungkapkan atau yang dimaksud. Karenanya jangan segan membuat definisi. Difinisi
harus diburu hingga tertangkap .Definisi adalah pembatasan yakni membuat jelas
batas-batas sesuatu.
f. Ketahuilah
dengan sadar mengapa anda menyimpulkan begini atau begitu Ketahuilah mengapa
anda berkata begini atau begitu. Anda harus bisa dan biasa melihat asumsi –
asumsi.imflikasi-imflikasi,dan dan konsekkuensi-konsekuensi dari suatu
penuturan. Pernyatan atau kesimpulan yang dibuat.
g. Hindarilah
kesalahan kesalahan dengan segala usaha dan tenaga,serta sangguplah mengenali
jenis,macam dan nama kesalahan, demikian juga mengenali sebab-sebab kesalahan
pemikiran(penalaran).
Menurut irving yang dimaksud dengan logika ialah
suatu studi sistematis mengenai metode dan dasar-dasar yang digunakan untuk
memberi perbedaan antara pendapat yang benar dengan pendapat yang keliru.
Logisian melakukan penelitian mengenai hubungan nyata yang terjadi antara
premis dan konklus di dalam suatu argumentasi jalan dengan premis atau
tercantum di dalam premis maka pendapat adalah benar.
Bila suatu premis dianggap benar, tidak meragukan
dan bersifat demonstratip sebagai dasar konklusi yang benar, pendapat demikian
disebut logika deduktif. Logika deduktif erat kaitannya dengan penarikan
kesimpulan dari kasus-kasus individual nyata menjadi kesimpulan yang bersifat
umum.
Menurut popkrin dan stroll, logika deduktif adalah
hubungan dengan usaha untuk menetapkan suatu pendapat yang tidak
diragukan..minsalnya: pada dasarnya semua manusia akan mati, maka kita sebagai
manusiapun akan mati juga dan kebalikan dari deduktif adalah logika induktif.
Logika induktif adalah suatu kesimpulan yang diambil dari hal-hal yang khusus
dan diarahkan pada masalah yang umum, minsalnya ; saya pasti akan mati sebab
semua manusia harus mati.
Dalam hubungan itu popkrin dan stroll menjelaskan
dengan menggunakan contoh sebagai berikut.
1. Semua orang
amerika adalah manusia
2. Semua manusia
harus mati
Metode
yang digunakan pada contoh diatas disebut pendapat deduktif, mungkin ada yang
meragukan kebenarannya itu ”semua manusia harus mati” maka untuk membenarkan kalimat “semua orang amerika
harus mati, untuk menentukan kebenarannya harus menggunakan jalan lain yaitu .
1. semua orang
amerika yang lahir pada tahun 1830 telah mati
2. Orang-orang
amerika akan mati.
Kebenaran
kalimat (1) dan (2) merupakan suatu kemungkinan, bahwa kalimat tersebut benar
atau keliru, penalaran seperti ini memungkinkan disusunnya pengetahuan secara
sistematis yang mengarah pada pernyataan-pernyataan yang makin lama makin
bersifat fundamental.
Penalaran deduktif adalah kegiatan berpikir yang
sebaliknya penalaran induktif . penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya
mempergunakan pola berfikir yang dinamakan silogisme. Silogisme disusun dari
dua buah pernyataan dan sebuah kesimpulan, minsalnya :
1. semua mahluk
mempunyai mata ( premis 1 )
2. si pulan
adalah seorang mahluk ( premis 2 )
3. jadi si pulan
mempunyai mata ( premis 3 )
Kesimpulan yang diambil bahwa si pulan mempunyai
mata adalah sah, sebab kesimpulan ditarik secara logis dari kedua premis yang
mendukung, ketetapan penarikan kesimpulan tergantung dari 3 hal yaitu,
kebenaran premis mayor, dan premis minor serta keabsahan pengambilan
kesimpulan. Sekiranya salah satu unsur tersebut persyaratan tidak memenuhi maka
kesimpulan yang ditarik akan salah maka logika induktif tidak ada.
Induksi
merupakan cara berpikir dimana ditarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari
dari berbagai kasus yang bersifat individual. Penalaran secara induktif dimulai
dengan mengemukakan pernyataan pernyataan yang mempunyai ruang yang khas dan
terbatas dalam menyusun argumentasi yang diakhiri dengan pernyataan yang
bersifat umum. Umpamanya kita mempunyai pakta bahwa kambing, gajah mempunyai
mata, demikian jiga dengan singa,kucing dan binatang lainya.dari pernyataan
–pernyataan ini kita dapat menarik kesimpulan yang sifatnya umum yaitu semua
binatang mempunyai mata.
Menurut
popklin dan stroll, memiliki suatu hal yang sangat rentang dalam hubungan
dengan ilmu pengetahuan. Bila kita berpaling dari didalam isi buku klauser dan
kunez didalam bukunya philosofhy the study of alternative beliefs .maka dalam
menjawab pertanyaan” what is logika? Sebagai berikut: logika adalah suatu study
mengenai kebenaran atau kekeliruan suatu pendapat dalam hubungan kebenaran dan
kekeliruan pendapat yang lain. Oleh karena itu penalaran adalah suatu proses
berfikir yang membuahkan pengetahuan.
Agar
pengetahuan yang dihasilkan penalaran itu mempunyai dasar kebenaran, maka
proses berfikir itu harus dilakukan suatu cara tertentu.
Filosofi apa saja sih yang dapat kita ambil dari peajaran Matematika ini?
Matematika, sebuah bidang ilmu
pengetahuan yang selama ini dianggap sulit oleh sebagian pelajar di dunia ini
ternyata menyimpan sebuah filosofi kehidupan yang sangat luar biasa.
Contohnya adalah seperti pelajaran
perkalian plus (+) dan minus (-). Pernahkan kalian berpikir kenapa jika plus
dikalikan minus hasilnya sama dengan minus (+ x - = -), dan begitu juga
sebaliknya jika minus dikalikan plus hasilnya sama dengan minus (- x + = -)?
Filosofinya adalah sebagai berikut:
• (-) Salah
• (+) Benar
- (+ x -
= -)
Filosofi:
Berkata benar pada sesuatu yang salah adalah suatu tindakan yang salah.
- (- x +
= -)
Filosofi:
Berkata salah pada sesuatu yang benar adalah suatu tindakan yang salah.
- (+ x +
= +)
Filosofi:
Berkata benar pada sesuatu yang benar adalah suatu tindakan yang benar.
- (- x -
= +)
Filosofi:
Berkata salah pada sesuatu yang salah adalah suatu tindakan yang benar.
Luar biasa bukan? Dibalik sebuah
rumus matematika sederhana tersimpan sebuah filosofi yang sangat bermakna.
Dan ternyata rumus
"sukses" dalam menjalani kehidupan juga pun tersirat dalam
penjumlahan Matematika. Coba perhatikan filosofi berikut ini!
Jika,
|
A = 1
|
N = 14
|
|
B = 2
|
O = 15
|
|
C = 3
|
P = 16
|
|
D = 4
|
Q = 17
|
|
E = 5
|
R = 18
|
|
F = 6
|
S = 19
|
|
G = 7
|
T = 20
|
|
H = 8
|
U = 21
|
|
I = 9
|
V = 22
|
|
J = 10
|
W = 23
|
|
K = 11
|
X = 24
|
|
L = 12
|
Y = 25
|
|
M = 13
|
Z = 26
|
Lalu apakah yang dapat membuat kita menjadi sukses
dalam kehidupan ini?
Apakah kerja keras?
H+A+R+D+W+O+R+K
Hasil: 8+1+18+4+23+15+18+11 = 98%
Pengetahuan?
K+N+O+W+L+E+D+G+E
Hasil: 11+14+15+23+12+5+4+7+5 = 96%
K+N+O+W+L+E+D+G+E
Hasil: 11+14+15+23+12+5+4+7+5 = 96%
Cinta?
L+O+V+E
Hasil: 12+15+22+5 = 54%
L+O+V+E
Hasil: 12+15+22+5 = 54%
Keberuntungan?
L+U+C+K
Hasil: 12+21+3+11 = 47%
L+U+C+K
Hasil: 12+21+3+11 = 47%
Tidak ada yang membuatnya menjadi 100%. Lalu apakah
yang membuatnya menjadi 100%?
Apakah uang?
M+O+N+E+Y
Hasil: 13+15+14+5+25 = 72%
Hasil: 13+15+14+5+25 = 72%
Pemimpin?
L+E+A+D+E+R+S+H+I+P
Hasil: 12+5+1+4+5+18+19+8+9+16 = 97%
L+E+A+D+E+R+S+H+I+P
Hasil: 12+5+1+4+5+18+19+8+9+16 = 97%
Setiap masalah pasti ada solusinya. Hanya jikalau kita
menggantinya dengan sikap.
A+T+T+I+T+U+D+E
Hasil: 1+20+20+9+20+21+4+5 = 100%
A+T+T+I+T+U+D+E
Hasil: 1+20+20+9+20+21+4+5 = 100%
Senyuman adalah hal yang mudah kita
lakukan, namun tak semua orang bisa melakukannya. Terlebih ketika peraasaan
kita sedang tidak enak, marah ataupun jengkel. Senyum banyak dikaitkan dengan
perasaan hati, kondisi jiwa dan mood. Senyum dapat mempengaruhi kesehatan,
tingkat stres dan daya tarik kita. Senyum juga dipercaya sebagai salah satu
jalan jika ingin awet muda. Para pujangga menggambarkan bahwa senyuman itu
seperti magnet yang memberikan kekuatan menarik perhatian bagi yang memandang
dan apabila senyuman diberikan dengan tulus ikhlas akan tampak seperti pijaran
sinar kemuliaan yang menyilaukan dan memberi terang aura bagi sipemilik
senyuman itu sendiri. Berikut adalah manfaat orang yang tersenyum:
Membuat diri
kita lebih menarik
Kita akan selalu tertarik pada orang yang selalu
tersenyum. Orang yang selalu tersenyum punya daya tarik tersendiri. Sebagai
contoh seorang pelayan toko yang pandai senyum akan disenangi oleh
pelanggannya, begitu pula karyawan atau pekerja bahkan pejabat sekalipun. Kalau
ada pejabat yang pandai senyum akan membuat semua orang senang dan senyumnyalah
tentunya dia akan disebut seorang pejabat yang menarik.
Dapat
mengurangi stres
Stres secara nyata dapat muncul di wajah anda. Senyum
membantu mencegah kesan bahwa kita sebenarnya sedang lelah atau merasa “down”.
Jika anda sedang stres cobalah untuk tersenyum, maka stres anda akan berkurang
dan anda akan merasa lebih baik untuk membuat langkah selanjutnya.
Meningkatkan
kekebalan tubuh
Senyum dapat membantu kerja imun tubuh agar dapat
bekerja dengan baik. Ketika anda tersenyum, fungsi imun meningkatkan kemungkinan
anda menjadi lebih rileks.
Mendorong
positif thinking
Pada dasarnya positif thinking berasal dari pemikiran
dan anggapan kita sendiri. Ketika anda tersenyum maka senyum tersebut akan
mengirimkan sinyal ke tubuh anda bahwa “hidup anda saat ini baik-baik saja”.
Meredakan
sakit secara alami
Beberapa studi telah menunjukkan bahwa senyum dapat
merangsang pengeluaran endorphin, pereda rasa sakit yang alami, serta
serotonin. Senyum memang obat yang alami.
Mengurangi
tekanan darah
Ketika anda tersenyum, maka tekanan darah anda akan
menurun. Jika anda tak percaya, anda boleh mencobanya sendiri, jika anda
memiliki alat pengukur tekanan darah di rumah anda.
Membuat awet
muda
Otot-otot yang digunakan untuk tersenyum ikut membuat
anda terlihat lebih muda. Jika anda ingin sesuatu yang beda, maka berikan
senyum anda sepanjang hari, maka anda akan terlihat lebih muda dan merasa lebih
baik.
Demikian sedikit gambaran tentang
arti senyuman. Hidup ini akan akan lebih indah apabila kita mampu
mengaplikasikan senyuman tersebut kedalam hiasan kehidupan sehari-hari. Seperti
air telaga bening yang tertimpa sinar Surya, begitulah ketulusan hati dan jiwa
seseorang akan terpancar dari senyum yang ditunjukkan apabila dilakukannya
dengan ikhlas dan tanpa pamrih. Laksana kilauan cahaya diantara gelap
senantiasa memberi terang kepada keadaan sekitarnya.
15 filosofi hidup orang jawa dan maknanya
Indonesia merupakan negara majemuk
dan tentunya banyak suku di Indonesia punya falsafahnya masing-masing termasuk
budaya Jawa. Dalam berfilosofi, orang Jawa seringkali menggunakan
unen-unen (peribahasa) untuk menata hidup manusia.
Makna dari ungkapan-ungkapan Jawa
ini seringkali tidak dipahami oleh sebagian besar keturunan etnis Jawa di era
modern ini. Maka tidak salah, jika muncul sebutan, “Wong Jowo sing ora
njawani”.
Filosofi Jawa dinilai sebagai hal
yang kuno, ndeso dan ketinggalan jaman. Padahal, filosofi leluhur tersebut
berlaku terus sepanjang hidup. Warisan budaya pemikiran orang Jawa ini bahkan
mampu menambah wawasan kebijaksanaan dan mengajarkan hidup kita agar
senantiasa “Eling lan Waspodo”.
Berikut kumpulan falsafah beserta
arti penjelasannya yang menjadi pedoman hidup masyarakat Jawa:
1 Urip Iku Urup (Hidup itu Nyala)
Hidup itu
hendaknya memberi manfaat bagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat
yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik, tapi sekecil apapun manfaat yang
dapat kita berikan, jangan sampai kita menjadi orang yang meresahkan
masyarakat.
2 Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur
Hangkara
Maksudnya
Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan
kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak).
3 Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening
Pangastuti
Artinya
segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan
sikap bijak, lembut hati dan sabar.
4 Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa
Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha
Artinya
Berjuang tanpa perlu membawa massa, Menang tanpa merendahkan atau
mempermalukan. Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan, kekayaan atau
keturunan, Kaya tanpa didasari kebendaan.
5 Datan Serik Lamun Ketaman, Datan
Susah Lamun Kelangan
Jangan
gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala
kehilangan sesuatu.
6 Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja
Kagetan, Aja Aleman
Jangan mudah
terheran-heran, Jangan mudah menyesal, Jangan mudah terkejut- kejut, Jangan
mudah kolokan atau manja.
7 Aja Ketungkul Marang Kalungguhan,
Kadonyan lan Kemareman
Janganlah
terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan
dan kepuasan duniawi.
8 Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja
Cidra Mundak Cilaka
Jangan
merasa paling pandai agar tidak salah arah, jangan suka berbuat curang agar
tidak celaka.
9 Aja Milik Barang Kang Melok, Aja
Mangro Mundak Kendo
Jangan
tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua
agar tidak kendor niat dan kendor semangat.
Aja Adigang, Adigung, Adiguno
Maksudnya
adalah jaga kelakuan/tata krama, jangan sombong dengan kekuatan, kedudukan,
ataupun latarbelakangmu.
1 Alon-alon waton klakon
Filosofi ini
sebenarnya berisikan pesan tentang safety/keselamatan. Padahal kandungan
maknanya sangat dalam. Filosofi ini mengisyaratkan tentang kehati-hatian,
waspada, istiqomah, keuletan, dan yang jelas tentang safety.
Nerimo ing pandum.
Makna dari
kata tersebut mengandung Arti yang mendalam menunjukan pada sikap Kejujuran,
keiklasan, ringan dalam bekerja dan ketidakinginan untuk korupsi.
Inti filosofi ini adalah Orang harus iklas menerima hasil dari usaha yang sudah dia kerjakan.
Inti filosofi ini adalah Orang harus iklas menerima hasil dari usaha yang sudah dia kerjakan.
Saiki jaman edan yen ora edan ora
komanan, sing bejo sing eling lan waspodo.
Artinya sekarang zaman edan, yang gak enda gak bakal kebagian; Hanya orang yang ingat kepada Allah yang beruntung. disini saja juga tidak cukup dan waspada terhadap duri-duri kehidupan yang setiap saat bisa datang dan menghujam kehidupan, sehingga bisa mengakibatkan musibah yang berkepanjangan.
Artinya sekarang zaman edan, yang gak enda gak bakal kebagian; Hanya orang yang ingat kepada Allah yang beruntung. disini saja juga tidak cukup dan waspada terhadap duri-duri kehidupan yang setiap saat bisa datang dan menghujam kehidupan, sehingga bisa mengakibatkan musibah yang berkepanjangan.
Mangan ora mangan sing penting
ngumpul
Artinya
Makan tidak makan yang terpenting adalah dapat berkumpul (kebersamaan).
Filosofi ini adalah sebuah peribahasa. Kalimat peribahasa tidaklah tepat kalau diartikan secara aktual. Filosofi ini sangat penting bagi kehidupan berdemokrasi. Kalau bangsa kita mendasarkan demokrasi dengan falsafah diatas saya yakin negara kita pasti akan aman, tentram dan sejahtera. Istilah "Mangan ora mangan" melambangkan eforia demokrasi, yang mungkin satu pihak mendapatkan sesuatu (kekuasaan) dan yang lain pihak tidak. Yang tidak dapat apa-apa tetap legowo atau menerima dengan lapang dada.
Filosofi ini adalah sebuah peribahasa. Kalimat peribahasa tidaklah tepat kalau diartikan secara aktual. Filosofi ini sangat penting bagi kehidupan berdemokrasi. Kalau bangsa kita mendasarkan demokrasi dengan falsafah diatas saya yakin negara kita pasti akan aman, tentram dan sejahtera. Istilah "Mangan ora mangan" melambangkan eforia demokrasi, yang mungkin satu pihak mendapatkan sesuatu (kekuasaan) dan yang lain pihak tidak. Yang tidak dapat apa-apa tetap legowo atau menerima dengan lapang dada.
Dan kata
dari "Sing penting ngumpul" melambangkan berpegang teguh pada
persatuan, yang artinya bersatu untuk tujuan bersama.
Filosofi
dari kalimat peribahasa "Mangan ora mangan sing penting kumpul"
adalah filosofi yang cocok yang bisa mendasari kehidupan demokrasi bangsa
Indonesia agar tujuan bangsa ini tercapai.
Wong jowo
iki gampang di tekuk - tekuk
Filosofi ini
juga berupa ungkapan peribahasa yang dalam bahasa Indonesia adalah 'Orang Jawa
itu mudah ditekuk-tekuk'. Ungkapan ini menunjukan fleksibelitas dari orang jawa
dalam kehidupan. Kemudahan bergaul dan kemampuan hidup di level manapun baik
miskin, kaya, pejabat atau pesuruh sekali pun. Orang yang memegang filosofi ini
akan selalu giat bekerja dan selalu ulet dalam meraih cita-citanya.
Itulah beberapa pandangan hidup, pedoman, dan
prinsip yang diterapkan sejak dahulu yang biasa menjadi nasehat orang jawa
meskipun kini semakin luntur dimakan zaman.
Tujuh Teori Kebenaran dalam Filsafat Ilmu
Dalam studi
Filsafat Ilmu, pandangan tentang suatu ‘kebenaran’ sangat tergantung dari sudut
pandang filosofis dan teoritis yang dijadikan pijakan. Teori kebenaran yang
paralel dengan teori pengetahuan yang dibangun, yaitu:
1 Teori
Korespondensi (Bertand Russel 1872-1970)
Teori
kebenaran korespondensi adalah “teori kebenaran yang menyatakan bahwa suatu
pernyataan itu benar kalau isi pengetahuan yang terkandung dalam pernyataan
tersebut berkorespondensi (sesuai) dengan objek yang dirujuk oleh pernyataan
tersebut.”
Teori
kebenaran korespondensi adalah teori kebenaran yang paling awal (tua) yang
berangkat dari teori pengetahuan Aristoteles, teori ini menganggap bahwa “suatu
pengetahuan mempunyai nilai benar apabila pengetahuan itu mempunyai saling
kesesuaian dengan kenyataan (realitas empirik) yang diketahuinya”. Contoh:
ilmu-ilmu pengetahuan alam.
Menurut
teori ini, kebenaran atau keadaan benar itu apabila ada kesesuaian
(correspondence) antara arti yang dimaksud oleh suatu pernyataan atau pendapat
dengan objek yang dituju oleh pernyataan atau pendapat tersebut. Dengan
demikian kebenaran epistimologis adalah kemanunggalan/keselarasan antara
pengetahuan yang ada pada subjek dengan apa yang ada pada objek, atau
pernyataan yang sesuai dengan fakta, yang berselaras dengan realitas, yang
sesuai dengan situasi aktual.
Teori
korespondensi ini pada umumnya dianut oleh para pengikut realisme. Diantara
pelopor teori ini adalah Plato, Aristoteles, Moore, russel, Ramsey, dan Tarski.
Mengenai teori korenspondensi tentang kebenaran, dapat disimpulkan sebagai
berikut:
“Kebenaran
adalah kesesuaian antara pernyataan tentang sesuatu dengan kenyataan itu
sendiri.”
2 Teori
Koherensi tentang Kebenaran (Konsistensi)
Tokoh
teori kebenaran Koherensi adalah Spinosa, Hegel, dan Bradley. Suatu pengetahuan
dianggap benar menurut teori ini adalah “bila suatu proposisi itu mempunyai
hubungan dengan ide-ide dari proposisi yang terdahulu yang bernilai benar”.
Jadi, kebenaran dari pengetahuan itu dapat diuji melalui kejadian-kejadian
sejarah, atau melalui pembuktian logis atau matematis. Pada umumnya ilmu-ilmu
kemanusiaan, ilmu sosial, ilmu logika, menuntut kebenaran koherensi.
Menurut
teori ini kebenaran tidak dibentuk atas hubungan antara putusan dengan fakta
atau realita, tetapi atas hubungan antara putusan-putusan itu sendiri, dengan
kata lain kebenaran ditegakkan atas hubungan antara putusan yang baru dengan
putusan-putusan lainnya yang telah kita ketahui dan kebenarannya terlebih
dahulu.
Teori
ini menganggap bahwa “Suatu pernyataan dapat dikatakan benar apabila pernyataan
itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya
yang di anggap benar.”
Misalnya
bila kita menganggap bahwa pernyataan “semua hewan akan mati” adalah suatu
pernyataan yang benar, maka pernyataan “bahwa ayam adalah hewan, dan ayam akan
mati” adalah benar pula, sebab pernyataan kedua adalah konsisten dengan
pernyataan yang pertama.
Jadi
menurut teori ini, “putusan yang satu dengan putusan yang lainnya saling
berhubungan dan saling menerangkan satu sama lain. Maka lahirlah rumusan
kebenaran adalah konsistensi, kecocokan.”
3 Teori
Pragmatis (Charles S 1839-1914)
Tokoh
Teori kebenaran Pragmatis adalah William James dan John Dewey. Suatu
pengetahuan atau proposisi dianggap benar menurut teori ini adalah “bila
proposisi itu mempunyai konsekuensi-konsekuensi praktis (ada manfaat secara
praktis) seperti yang terdapat secara inheren dalam pernyataan itu sendiri”,
maka menurut teori ini, tidak ada kebenaran mutlak, universal, bediri sendiri,
dan tetap. Kebenaran selalu berubah dan tergantung serta dapat dikoreksi oleh
pengamalan berikutnya.
Untuk
pertama kalinya teori ini tertuang dalam sebuah makalah tahun 1878 yang
berjudul “ How To Make Our Ideas Clear”, lalu kemudian di kembangkan oleh
beberapa ahli filsafat yang kebanyakan orang berkebangsaan Amerika, dan
menyebabkan filsafat ini sering dikaitkan dengan filsafat Amerika. Ahli
filsafat ini antara lain William James (1842-1910), John Dewey (1859-1952),
Geore Herbart Mead (1863-1931). “Kebenaran bagi aliran ini diukur dengan apakah
pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis atau tidak?”
Jika
seseorang menyatakan teori x dalam pendidikan, lalu dari teori itu dikembangkan
teori Y dalam meningkatkan kemampuan belajar, maka teori X dianggap benar
karena fungsional.
Pragmatism
berasal dari bahasa Yunani Pragma, artinya yang dikerjakan, yang dilakukan,
perbuatan, dan tindakan. Menurut teori ini benar tidaknya suatu ucapan, dalil,
atau teori semata-mata bergantung pada asas manfaat. Sesuatu dianggap benar
jika mendatangkan manfaat dan akan dikatakan salah jika tidak mendatangkan
manfaat bagi kehidupan manusia. Teori, hipotesa, atau ide adalah benar apabila
ia mambawa kepada akibat yang memuaskan, apabila ia berlaku pada praktek,
apabila ia mempunyai nilai praktis. Kebenaran terbukti oleh kegunaannya, oleh
hasilnya dan oleh akibat-akibat praktisnya. Jadi kebenaran ialah apa saja yang
berlaku.
4 Teori
Kebenaran Sintaksis
Teori
Kebenaran Sintaksis berkembang diantara para filsuf analisa bahasa, seperti
Friederich Schleiermacher. Menurut teori ini, ‘suatu pernyataan dianggap benar
bila pernyataan itu mengikuti aturan sintaksis (gramatika) yang baku.’
5 Teori
Kebenaran Semantis
Teori
kebenaran Semantis. Menurut teori kebenaran semantik, suatu proposisi memiliki
nilai benar ditinjau dari segi arti atau makna. Apakah proposisi itu pangkal
tumpuannya pengacu (referent) yang jelas?. Jadi, memiliki arti maksudnya
menunjuk pada referensi atau kenyataan, juga memiliki arti yang bersifat
definitif.
6 Teori
Kebenaran Non- Deskripsi
Teori
Kebenaran Non-Deskripsi dikembangkan oleh penganut filsafat fungsionalisme.
Jadi, menurut teori ini suatu statemen atau pernyataan itu akan mempunyai nilai
benar ditentukan (tergantung) peran dan fungsi pernyataan itu (mempunyai fungsi
yang amat praktis dalam kehidupan sehari-hari).
7 Teori
Kebenaran Logik
Teori
Kebenaran Logik dikembangkan oleh kaum positivistik. Menurut teori ini, bahwa
problema kebenaran hanya merupakan kekacauan bahasa saja dan hal ini akibatnya
merupakan suatu pemborosan, karena pada dasarnya pernyataan yang hendak
dibuktikan kebenarannya memiliki derajat logik yang sama yang masing-masing
saling melingkupinya.
8 Agama
sebagai Teori Kebenaran
Manusia
adalah makhluk pencari kebenaran, salah satu cara untuk menemukan suatu
kebenaran adalah melalui agama. Agama dengan karakteristiknya sendiri
memberikan jawaban atas segala persoalan asasi yang dipertanyakan manusia, baik
tentang alam, manusia, maupun tentang Tuhan. Kalau ketiga teori kebenaran
sebelumnya lebih mengedepankan akal, budi, rasio, dan reason manusia, maka
dalam teori ini lebih mengedepankan wahyu yang bersumber dari Tuhan.
Penalaran
dalam mencapai ilmu pengetahuan yang benar dengan berfikir setelah melakukan
penyelidikan dan pengalaman. Sedangkan manusia mencari dan menentukan kebenaran
sesuatu dalam agama dengan jalan mempertanyakan atau mencari jawaban tentang
masalah asasi dari atau kepada kitab suci, dengan demikian suatu hal itu
dianggap benar apabila sesuai dengan ajaran agama atau wahyu sebagai penentu
kebenaran mutlak.
Langganan:
Komentar (Atom)