Sabtu, 31 Desember 2016

Indonesia dan Televisinya



Kemajuan IPTEKS membawa arus globalisasi lebih deras masuk ke negeri tercinta ini, Indonesia. Dampaknya sangat terlihat dari kecepatan bertukar informasi. Salah satu alat informasi yang masih mengakar adalah televisi. Keberadaanya kini menjadi kebutuhan primer dalam keluarga.  Tidak dapat dipungkiri informasi yang ditanyangkan televisi menjadi salah satu bahan diskusi dikalangan masyarakat. Maka apa saja yang menjadi bahan pemberitaan televisi hendaknya memperhatikan etika jurnalistik. Namun sangat disayangkan, pemberitaan di televisi Indonesia lebih mengacu pada pemberitaan negatif, seperti kasus korupsi, kriminalitas, bahkan kehidupan rumah tangga selebritis. Tidak masalah jika pemberitaan masih dalam batas wajar atau sekedar memberitahu kepada masyarakat. Tapi pemberitaan ditelevisi Indonesia sudah melebihi minat para penontonnya.
Menurut pengamatan yang penulis peroleh terhadap penayangan berita negative ditelevisi Indonesia, kasus korupsi menjadi kejahatan yang paling sering dibahas secara besar-besaran dipertelevisian Indonesia, hampir seluruh stasiun menayangkan, mengundang saksi, pakar untuk membahas kasus tersebut. Selain korupsi, salah satu kejahatan kriminal yang menjadi sorotan di tahun 2016 ini adalah kasus pembunuhan Wayan Mirna Sholihin, kasus ini dibahas secara besar-besaran, bahkan sidang Jessica Kumala Wongso terduga pelaku pun ditayangkan secara langsung oleh salah satu stasiun tv swasta. Pemberitaan ini menghiasi pertelevisian Indonesia selama kurang lebih 10 bulan, dan berakhir pada vonis bersalah kepada Jessica. Selain dua kasus tersebut, kisah cinta dan kehidupan sebebritis menjadi bahan berita yang tidak ada habisnya, terlebih bila hal tersebut negatif. Peran pertelevisian sangat penting dalam membentuk pandangan seseorang terhadap suatu masalah. Maka akan lebih baik jika pemberitaan yang ditayangkan lebih bersifat positif, dan bukan berita negatif.
Salah satu dampak berita positif adalah dapat menjadi penyemangat penonton untuk melakukan hal yang sama. Contohnya. Pemberitaan tentang masuknya Timnas Indonesia ke final piala AFF tahun 2016 atau pemberitaan mengenai siswa-siswa pintar Indonesia yang mampu bersaing dikancah dunia. Hal-hal positif seperti ini akan menjadi penyemangat untuk bisa seperti mereka. Jika suatu prestasi dibuka dan sebarkan maka akan timbul rasa iri terhadap prestasi seseorang yang kemudian akan memacu diri untuk menjadi lebih baik dan bersaing secara sehat, sehingga akan muncul prestasi-prestasi lain. hal ini aka menjadi sebaliknya bila berita yang gencar ditayangkan adalah berita negatif, maka akan banyak hal-hal negatif yang bermunculan. Seperti kasus korupsi, jika menteri yang berkedudukan tinggi saja korupsi, maka masyarakat berpikir untuk ikut korupsi, dan masih banyak hal negatif lain yang muncul sebagai akibat berita negatif.
Oleh karena itu, awali dari masing-masing pribadi utnuk terbiasa menyampaikan berita-berita baik dan benar adanya. Pemberitaan yang bersifat negatif dan ditayangkan secara berlebihan alangkah lebih baik untuk mendapat teguran dari KPI(Komisi Penyiaran Indonesia), karena hal ini salah satu cara pembodohan bangsa dan tidak sesuai dengan tujuan NKRI(Negara Kesatuan Republik Indonesai) untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Rabu, 28 Desember 2016

Peran Logika Dalam Filsafat

Logika adalah sarana untuk berpikir sistematis, valid dan dapat dipertanggungjawabkan karena itu , berpikir logis adalah berpikir sesuai dengan aturan-aturan berpikir, seperti setengah tidak boleh lebih besar daripada satu.
1.      Aturan cara berpikir yang benar
Kondisi adalah hal-hal yang harus ada supaya sesuatu dapat terwujud, dapat terlaksana. Untuk berpikir baik , benar,logis dialektis, juga dibutuhkan kondisi-kondisi tertentu :
a.       Mencintai kebenaran
Sikap ini sangat pundamental untuk berpikir yang baik, sebab sikap ini senatiasa menggerakkan si pemikir untuk mencari,mengusut, meningkatkan mutu berpikir dan penalarannya. Menggerakkan si pemikir untuk senantiasa mewaspadai ruh – ruh yang akan menyelewengkannya dari yang benar. Minsalnya menyederhanakan kenyataan,menyempitkan cakrawala/ perspektif, berpikir terkotak-kotak,memutlakkan titik berdiri atau suatu profil dan sebagainya.
b.      Ketahuilah dengan sadar apa yang sedang anda kerjakan
Kegiatan yang sedang dikerjakan adalah kegiatan berpikir. Seluruh aktivitas intlek kita adalah suatu usaha terus menerus mengerjakan kebenaran yang diselingi dengan diperolehnya pengetahuan tentang kebenaran tetapi bersifat parsial.
c.       Ketahuilah dengan sadar apa yang sedang anda katakan
Pikiran diungkapkan kedalam kata-kata.kecermatan pikiran terungkap kedalam kecermatan kata-kata,karenanya kecermatan ungkapan pikiran kedalam kata merupakan sesuatu yang tidak boleh ditawar lagi.
d.      Buatlah distingsi (pembeda) dan pembagian(klasifikasi)
Jika ada dua hal yang tidak memiliki bentuk yang sama , hal itu jelas berbeda .tetapi banyak kejadian di mana dua hal atau lebih menpunyai bentuk sama,namun tidak identik. Disinilah perlunya membuat distingsi, suatu berbedaan.
e.       Cintailah difinisi yang tepat
Penggunaan bahasa sebagai ungkapan sesuatu kemungkinan tidak ditangkap sebagaimana yang di ungkapkan atau yang dimaksud. Karenanya jangan segan membuat definisi. Difinisi harus diburu hingga tertangkap .Definisi adalah pembatasan yakni membuat jelas batas-batas sesuatu.
f.       Ketahuilah dengan sadar mengapa anda menyimpulkan begini atau begitu Ketahuilah mengapa anda berkata begini atau begitu. Anda harus bisa dan biasa melihat asumsi – asumsi.imflikasi-imflikasi,dan dan konsekkuensi-konsekuensi dari suatu penuturan. Pernyatan atau kesimpulan yang dibuat.
g.      Hindarilah kesalahan kesalahan dengan segala usaha dan tenaga,serta sangguplah mengenali jenis,macam dan nama kesalahan, demikian juga mengenali sebab-sebab kesalahan pemikiran(penalaran).
Menurut irving yang dimaksud dengan logika ialah suatu studi sistematis mengenai metode dan dasar-dasar yang digunakan untuk memberi perbedaan antara pendapat yang benar dengan pendapat yang keliru. Logisian melakukan penelitian mengenai hubungan nyata yang terjadi antara premis dan konklus di dalam suatu argumentasi jalan dengan premis atau tercantum di dalam premis maka pendapat adalah benar.
Bila suatu premis dianggap benar, tidak meragukan dan bersifat demonstratip sebagai dasar konklusi yang benar, pendapat demikian disebut logika deduktif. Logika deduktif erat kaitannya dengan penarikan kesimpulan dari kasus-kasus individual nyata menjadi kesimpulan yang bersifat umum.
Menurut popkrin dan stroll, logika deduktif adalah hubungan dengan usaha untuk menetapkan suatu pendapat yang tidak diragukan..minsalnya: pada dasarnya semua manusia akan mati, maka kita sebagai manusiapun akan mati juga dan kebalikan dari deduktif adalah logika induktif. Logika induktif adalah suatu kesimpulan yang diambil dari hal-hal yang khusus dan diarahkan pada masalah yang umum, minsalnya ; saya pasti akan mati sebab semua manusia harus mati.
Dalam hubungan itu popkrin dan stroll menjelaskan dengan menggunakan contoh sebagai berikut.
1. Semua orang amerika adalah manusia
2. Semua manusia harus mati
Metode yang digunakan pada contoh diatas disebut pendapat deduktif, mungkin ada yang meragukan kebenarannya itu ”semua manusia harus mati” maka untuk membenarkan kalimat “semua orang amerika harus mati, untuk menentukan kebenarannya harus menggunakan jalan lain yaitu .
1. semua orang amerika yang lahir pada tahun 1830 telah mati
2. Orang-orang amerika akan mati.
Kebenaran kalimat (1) dan (2) merupakan suatu kemungkinan, bahwa kalimat tersebut benar atau keliru, penalaran seperti ini memungkinkan disusunnya pengetahuan secara sistematis yang mengarah pada pernyataan-pernyataan yang makin lama makin bersifat fundamental.
Penalaran deduktif adalah kegiatan berpikir yang sebaliknya penalaran induktif . penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berfikir yang dinamakan silogisme. Silogisme disusun dari dua buah pernyataan dan sebuah kesimpulan, minsalnya :
1. semua mahluk mempunyai mata ( premis 1 )
2. si pulan adalah seorang mahluk ( premis 2 )
3. jadi si pulan mempunyai mata ( premis 3 )
Kesimpulan yang diambil bahwa si pulan mempunyai mata adalah sah, sebab kesimpulan ditarik secara logis dari kedua premis yang mendukung, ketetapan penarikan kesimpulan tergantung dari 3 hal yaitu, kebenaran premis mayor, dan premis minor serta keabsahan pengambilan kesimpulan. Sekiranya salah satu unsur tersebut persyaratan tidak memenuhi maka kesimpulan yang ditarik akan salah maka logika induktif tidak ada.
Induksi merupakan cara berpikir dimana ditarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari dari berbagai kasus yang bersifat individual. Penalaran secara induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataan pernyataan yang mempunyai ruang yang khas dan terbatas dalam menyusun argumentasi yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum. Umpamanya kita mempunyai pakta bahwa kambing, gajah mempunyai mata, demikian jiga dengan singa,kucing dan binatang lainya.dari pernyataan –pernyataan ini kita dapat menarik kesimpulan yang sifatnya umum yaitu semua binatang mempunyai mata.

Menurut popklin dan stroll, memiliki suatu hal yang sangat rentang dalam hubungan dengan ilmu pengetahuan. Bila kita berpaling dari didalam isi buku klauser dan kunez didalam bukunya philosofhy the study of alternative beliefs .maka dalam menjawab pertanyaan” what is logika? Sebagai berikut: logika adalah suatu study mengenai kebenaran atau kekeliruan suatu pendapat dalam hubungan kebenaran dan kekeliruan pendapat yang lain. Oleh karena itu penalaran adalah suatu proses berfikir yang membuahkan pengetahuan.


Agar pengetahuan yang dihasilkan penalaran itu mempunyai dasar kebenaran, maka proses berfikir itu harus dilakukan suatu cara tertentu.

Filosofi apa saja sih yang dapat kita ambil dari peajaran Matematika ini?


Matematika, sebuah bidang ilmu pengetahuan yang selama ini dianggap sulit oleh sebagian pelajar di dunia ini ternyata menyimpan sebuah filosofi kehidupan yang sangat luar biasa.
Contohnya adalah seperti pelajaran perkalian plus (+) dan minus (-). Pernahkan kalian berpikir kenapa jika plus dikalikan minus hasilnya sama dengan minus (+ x - = -), dan begitu juga sebaliknya jika minus dikalikan plus hasilnya sama dengan minus (- x + = -)?
Filosofinya adalah sebagai berikut:
• (-) Salah
• (+) Benar
  1. (+ x - = -)
Filosofi: Berkata benar pada sesuatu yang salah adalah suatu tindakan yang salah.
  1. (- x + = -)
Filosofi: Berkata salah pada sesuatu yang benar adalah suatu tindakan yang salah.
  1. (+ x + = +)
Filosofi: Berkata benar pada sesuatu yang benar adalah suatu tindakan yang benar.
  1. (- x - = +)
Filosofi: Berkata salah pada sesuatu yang salah adalah suatu tindakan yang benar.

Luar biasa bukan? Dibalik sebuah rumus matematika sederhana tersimpan sebuah filosofi yang sangat bermakna.
Dan ternyata rumus "sukses" dalam menjalani kehidupan juga pun tersirat dalam penjumlahan Matematika. Coba perhatikan filosofi berikut ini!
Jika,
A = 1
N = 14
B = 2
O = 15
C = 3
P = 16
D = 4
Q = 17
E = 5
R = 18
F = 6
S = 19
G = 7
T = 20
H = 8
U = 21
I = 9
V = 22
J = 10
W = 23
K = 11
X = 24
L = 12
Y = 25
M = 13
Z = 26
Lalu apakah yang dapat membuat kita menjadi sukses dalam kehidupan ini?
Apakah kerja keras?
H+A+R+D+W+O+R+K
Hasil: 8+1+18+4+23+15+18+11 = 98%
Pengetahuan?
K+N+O+W+L+E+D+G+E
Hasil: 11+14+15+23+12+5+4+7+5 = 96%
Cinta?
L+O+V+E
Hasil: 12+15+22+5 = 54%
Keberuntungan?
L+U+C+K
Hasil: 12+21+3+11 = 47%

Tidak ada yang membuatnya menjadi 100%. Lalu apakah yang membuatnya menjadi 100%?
Apakah uang?
M+O+N+E+Y
Hasil: 13+15+14+5+25 = 72%
Pemimpin?
L+E+A+D+E+R+S+H+I+P
Hasil: 12+5+1+4+5+18+19+8+9+16 = 97%
Setiap masalah pasti ada solusinya. Hanya jikalau kita menggantinya dengan sikap.
A+T+T+I+T+U+D+E
Hasil: 1+20+20+9+20+21+4+5 = 100%

Senyuman adalah hal yang mudah kita lakukan, namun tak semua orang bisa melakukannya. Terlebih ketika peraasaan kita sedang tidak enak, marah ataupun jengkel. Senyum banyak dikaitkan dengan perasaan hati, kondisi jiwa dan mood. Senyum dapat mempengaruhi kesehatan, tingkat stres dan daya tarik kita. Senyum juga dipercaya sebagai salah satu jalan jika ingin awet muda. Para pujangga menggambarkan bahwa senyuman itu seperti magnet yang memberikan kekuatan menarik perhatian bagi yang memandang dan apabila senyuman diberikan dengan tulus ikhlas akan tampak seperti pijaran sinar kemuliaan yang menyilaukan dan memberi terang aura bagi sipemilik senyuman itu sendiri. Berikut adalah manfaat orang yang tersenyum:

Membuat diri kita lebih menarik
Kita akan selalu tertarik pada orang yang selalu tersenyum. Orang yang selalu tersenyum punya daya tarik tersendiri. Sebagai contoh seorang pelayan toko yang pandai senyum akan disenangi oleh pelanggannya, begitu pula karyawan atau pekerja bahkan pejabat sekalipun. Kalau ada pejabat yang pandai senyum akan membuat semua orang senang dan senyumnyalah tentunya dia akan disebut seorang pejabat yang menarik.

Dapat mengurangi stres
Stres secara nyata dapat muncul di wajah anda. Senyum membantu mencegah kesan bahwa kita sebenarnya sedang lelah atau merasa “down”. Jika anda sedang stres cobalah untuk tersenyum, maka stres anda akan berkurang dan anda akan merasa lebih baik untuk membuat langkah selanjutnya.

Meningkatkan kekebalan tubuh
Senyum dapat membantu kerja imun tubuh agar dapat bekerja dengan baik. Ketika anda tersenyum, fungsi imun meningkatkan kemungkinan anda menjadi lebih rileks.

Mendorong positif thinking
Pada dasarnya positif thinking berasal dari pemikiran dan anggapan kita sendiri. Ketika anda tersenyum maka senyum tersebut akan mengirimkan sinyal ke tubuh anda bahwa “hidup anda saat ini baik-baik saja”.

Meredakan sakit secara alami
Beberapa studi telah menunjukkan bahwa senyum dapat merangsang pengeluaran endorphin, pereda rasa sakit yang alami, serta serotonin. Senyum memang obat yang alami.

Mengurangi tekanan darah
Ketika anda tersenyum, maka tekanan darah anda akan menurun. Jika anda tak percaya, anda boleh mencobanya sendiri, jika anda memiliki alat pengukur tekanan darah di rumah anda.

Membuat awet muda
Otot-otot yang digunakan untuk tersenyum ikut membuat anda terlihat lebih muda. Jika anda ingin sesuatu yang beda, maka berikan senyum anda sepanjang hari, maka anda akan terlihat lebih muda dan merasa lebih baik.


Demikian sedikit gambaran tentang arti senyuman. Hidup ini akan akan lebih indah apabila kita mampu mengaplikasikan senyuman tersebut kedalam hiasan kehidupan sehari-hari. Seperti air telaga bening yang tertimpa sinar Surya, begitulah ketulusan hati dan jiwa seseorang akan terpancar dari senyum yang ditunjukkan apabila dilakukannya dengan ikhlas dan tanpa pamrih. Laksana kilauan cahaya diantara gelap senantiasa memberi terang kepada keadaan sekitarnya.

15 filosofi hidup orang jawa dan maknanya


Indonesia merupakan negara majemuk dan tentunya banyak suku di Indonesia punya falsafahnya masing-masing termasuk budaya Jawa. Dalam berfilosofi, orang Jawa seringkali menggunakan unen-unen  (peribahasa) untuk menata hidup manusia.
Makna dari ungkapan-ungkapan Jawa ini seringkali tidak dipahami oleh sebagian besar keturunan etnis Jawa di era modern ini. Maka tidak salah, jika muncul sebutan, “Wong Jowo sing ora njawani”. 
Filosofi Jawa dinilai sebagai hal yang kuno, ndeso dan ketinggalan jaman. Padahal, filosofi leluhur tersebut berlaku terus sepanjang hidup. Warisan budaya pemikiran orang Jawa ini bahkan mampu menambah wawasan kebijaksanaan dan mengajarkan hidup kita agar  senantiasa “Eling lan Waspodo”. 
Berikut kumpulan falsafah beserta arti penjelasannya yang menjadi pedoman hidup masyarakat Jawa:
1      Urip Iku Urup (Hidup itu Nyala)
Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik, tapi sekecil apapun manfaat yang dapat kita berikan, jangan sampai kita menjadi orang yang meresahkan masyarakat.

2      Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara
Maksudnya Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak).

3      Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti
Artinya segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar.

4      Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha
Artinya Berjuang tanpa perlu membawa massa, Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan. Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan, kekayaan atau keturunan, Kaya tanpa didasari kebendaan.

5      Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan
Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu.

6      Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman
Jangan mudah terheran-heran, Jangan mudah menyesal, Jangan mudah terkejut- kejut, Jangan mudah kolokan atau manja.

7      Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman
Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi.

8      Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka
Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah, jangan suka berbuat curang agar tidak celaka.

9      Aja Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo
Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat.

       Aja Adigang, Adigung, Adiguno
Maksudnya adalah jaga kelakuan/tata krama, jangan sombong dengan kekuatan, kedudukan, ataupun latarbelakangmu.

1    Alon-alon waton klakon
Filosofi ini sebenarnya berisikan pesan tentang safety/keselamatan. Padahal kandungan maknanya sangat dalam. Filosofi ini mengisyaratkan tentang kehati-hatian, waspada, istiqomah, keuletan, dan yang jelas tentang safety.

      Nerimo ing pandum.
Makna dari kata tersebut mengandung Arti yang mendalam menunjukan pada sikap Kejujuran, keiklasan, ringan dalam bekerja dan ketidakinginan untuk korupsi.
Inti filosofi ini adalah Orang harus iklas menerima hasil dari usaha yang sudah dia kerjakan.

      Saiki jaman edan yen ora edan ora komanan, sing bejo sing eling lan waspodo.
Artinya sekarang zaman edan, yang gak enda gak bakal kebagian; Hanya orang yang ingat kepada Allah yang beruntung. disini saja juga tidak cukup dan waspada terhadap duri-duri kehidupan yang setiap saat bisa datang dan menghujam kehidupan, sehingga bisa mengakibatkan musibah yang berkepanjangan.

     Mangan ora mangan sing penting ngumpul
Artinya Makan tidak makan yang terpenting adalah dapat berkumpul (kebersamaan).
Filosofi ini adalah sebuah peribahasa. Kalimat peribahasa tidaklah tepat kalau diartikan secara aktual. Filosofi ini sangat penting bagi kehidupan berdemokrasi. Kalau bangsa kita mendasarkan demokrasi dengan falsafah diatas saya yakin negara kita pasti akan aman, tentram dan sejahtera. Istilah "Mangan ora mangan" melambangkan eforia demokrasi, yang mungkin satu pihak mendapatkan sesuatu (kekuasaan) dan yang lain pihak tidak. Yang tidak dapat apa-apa tetap legowo atau menerima dengan lapang dada.
Dan kata dari "Sing penting ngumpul" melambangkan berpegang teguh pada persatuan, yang artinya bersatu untuk tujuan bersama.
Filosofi dari kalimat peribahasa "Mangan ora mangan sing penting kumpul" adalah filosofi yang cocok yang bisa mendasari kehidupan demokrasi bangsa Indonesia agar tujuan bangsa ini tercapai.

      Wong jowo iki gampang di tekuk - tekuk
Filosofi ini juga berupa ungkapan peribahasa yang dalam bahasa Indonesia adalah 'Orang Jawa itu mudah ditekuk-tekuk'. Ungkapan ini menunjukan fleksibelitas dari orang jawa dalam kehidupan. Kemudahan bergaul dan kemampuan hidup di level manapun baik miskin, kaya, pejabat atau pesuruh sekali pun. Orang yang memegang filosofi ini akan selalu giat bekerja dan selalu ulet dalam meraih cita-citanya.

Itulah beberapa pandangan hidup, pedoman, dan prinsip yang diterapkan sejak dahulu yang biasa menjadi nasehat orang jawa meskipun kini semakin luntur dimakan zaman. 

Tujuh Teori Kebenaran dalam Filsafat Ilmu


 

Dalam studi Filsafat Ilmu, pandangan tentang suatu ‘kebenaran’ sangat tergantung dari sudut pandang filosofis dan teoritis yang dijadikan pijakan. Teori kebenaran yang paralel dengan teori pengetahuan yang dibangun, yaitu:
1      Teori Korespondensi (Bertand Russel 1872-1970)
Teori kebenaran korespondensi adalah “teori kebenaran yang menyatakan bahwa suatu pernyataan itu benar kalau isi pengetahuan yang terkandung dalam pernyataan tersebut berkorespondensi (sesuai) dengan objek yang dirujuk oleh pernyataan tersebut.”
Teori kebenaran korespondensi adalah teori kebenaran yang paling awal (tua) yang berangkat dari teori pengetahuan Aristoteles, teori ini menganggap bahwa “suatu pengetahuan mempunyai nilai benar apabila pengetahuan itu mempunyai saling kesesuaian dengan kenyataan (realitas empirik) yang diketahuinya”. Contoh: ilmu-ilmu pengetahuan alam.
Menurut teori ini, kebenaran atau keadaan benar itu apabila ada kesesuaian (correspondence) antara arti yang dimaksud oleh suatu pernyataan atau pendapat dengan objek yang dituju oleh pernyataan atau pendapat tersebut. Dengan demikian kebenaran epistimologis adalah kemanunggalan/keselarasan antara pengetahuan yang ada pada subjek dengan apa yang ada pada objek, atau pernyataan yang sesuai dengan fakta, yang berselaras dengan realitas, yang sesuai dengan situasi aktual.
Teori korespondensi ini pada umumnya dianut oleh para pengikut realisme. Diantara pelopor teori ini adalah Plato, Aristoteles, Moore, russel, Ramsey, dan Tarski. Mengenai teori korenspondensi tentang kebenaran, dapat disimpulkan sebagai berikut:
“Kebenaran adalah kesesuaian antara pernyataan tentang sesuatu dengan kenyataan itu sendiri.”

2      Teori Koherensi tentang Kebenaran (Konsistensi)
Tokoh teori kebenaran Koherensi adalah Spinosa, Hegel, dan Bradley. Suatu pengetahuan dianggap benar menurut teori ini adalah “bila suatu proposisi itu mempunyai hubungan dengan ide-ide dari proposisi yang terdahulu yang bernilai benar”. Jadi, kebenaran dari pengetahuan itu dapat diuji melalui kejadian-kejadian sejarah, atau melalui pembuktian logis atau matematis. Pada umumnya ilmu-ilmu kemanusiaan, ilmu sosial, ilmu logika, menuntut kebenaran koherensi.
Menurut teori ini kebenaran tidak dibentuk atas hubungan antara putusan dengan fakta atau realita, tetapi atas hubungan antara putusan-putusan itu sendiri, dengan kata lain kebenaran ditegakkan atas hubungan antara putusan yang baru dengan putusan-putusan lainnya yang telah kita ketahui dan kebenarannya terlebih dahulu.
Teori ini menganggap bahwa “Suatu pernyataan dapat dikatakan benar apabila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang di anggap benar.”
Misalnya bila kita menganggap bahwa pernyataan “semua hewan akan mati” adalah suatu pernyataan yang benar, maka pernyataan “bahwa ayam adalah hewan, dan ayam akan mati” adalah benar pula, sebab pernyataan kedua adalah konsisten dengan pernyataan yang pertama.
Jadi menurut teori ini, “putusan yang satu dengan putusan yang lainnya saling berhubungan dan saling menerangkan satu sama lain. Maka lahirlah rumusan kebenaran adalah konsistensi, kecocokan.”

3      Teori Pragmatis (Charles S 1839-1914)
Tokoh Teori kebenaran Pragmatis adalah William James dan John Dewey. Suatu pengetahuan atau proposisi dianggap benar menurut teori ini adalah “bila proposisi itu mempunyai konsekuensi-konsekuensi praktis (ada manfaat secara praktis) seperti yang terdapat secara inheren dalam pernyataan itu sendiri”, maka menurut teori ini, tidak ada kebenaran mutlak, universal, bediri sendiri, dan tetap. Kebenaran selalu berubah dan tergantung serta dapat dikoreksi oleh pengamalan berikutnya.
Untuk pertama kalinya teori ini tertuang dalam sebuah makalah tahun 1878 yang berjudul “ How To Make Our Ideas Clear”, lalu kemudian di kembangkan oleh beberapa ahli filsafat yang kebanyakan orang berkebangsaan Amerika, dan menyebabkan filsafat ini sering dikaitkan dengan filsafat Amerika. Ahli filsafat ini antara lain William James (1842-1910), John Dewey (1859-1952), Geore Herbart Mead (1863-1931). “Kebenaran bagi aliran ini diukur dengan apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis atau tidak?”
Jika seseorang menyatakan teori x dalam pendidikan, lalu dari teori itu dikembangkan teori Y dalam meningkatkan kemampuan belajar, maka teori X dianggap benar karena fungsional.
Pragmatism berasal dari bahasa Yunani Pragma, artinya yang dikerjakan, yang dilakukan, perbuatan, dan tindakan. Menurut teori ini benar tidaknya suatu ucapan, dalil, atau teori semata-mata bergantung pada asas manfaat. Sesuatu dianggap benar jika mendatangkan manfaat dan akan dikatakan salah jika tidak mendatangkan manfaat bagi kehidupan manusia. Teori, hipotesa, atau ide adalah benar apabila ia mambawa kepada akibat yang memuaskan, apabila ia berlaku pada praktek, apabila ia mempunyai nilai praktis. Kebenaran terbukti oleh kegunaannya, oleh hasilnya dan oleh akibat-akibat praktisnya. Jadi kebenaran ialah apa saja yang berlaku.

4      Teori Kebenaran Sintaksis
Teori Kebenaran Sintaksis berkembang diantara para filsuf analisa bahasa, seperti Friederich Schleiermacher. Menurut teori ini, ‘suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu mengikuti aturan sintaksis (gramatika) yang baku.’

5      Teori Kebenaran Semantis
Teori kebenaran Semantis. Menurut teori kebenaran semantik, suatu proposisi memiliki nilai benar ditinjau dari segi arti atau makna. Apakah proposisi itu pangkal tumpuannya pengacu (referent) yang jelas?. Jadi, memiliki arti maksudnya menunjuk pada referensi atau kenyataan, juga memiliki arti yang bersifat definitif.

6      Teori Kebenaran Non- Deskripsi
Teori Kebenaran Non-Deskripsi dikembangkan oleh penganut filsafat fungsionalisme. Jadi, menurut teori ini suatu statemen atau pernyataan itu akan mempunyai nilai benar ditentukan (tergantung) peran dan fungsi pernyataan itu (mempunyai fungsi yang amat praktis dalam kehidupan sehari-hari).

7      Teori Kebenaran Logik
Teori Kebenaran Logik dikembangkan oleh kaum positivistik. Menurut teori ini, bahwa problema kebenaran hanya merupakan kekacauan bahasa saja dan hal ini akibatnya merupakan suatu pemborosan, karena pada dasarnya pernyataan yang hendak dibuktikan kebenarannya memiliki derajat logik yang sama yang masing-masing saling melingkupinya.

8      Agama sebagai Teori Kebenaran
Manusia adalah makhluk pencari kebenaran, salah satu cara untuk menemukan suatu kebenaran adalah melalui agama. Agama dengan karakteristiknya sendiri memberikan jawaban atas segala persoalan asasi yang dipertanyakan manusia, baik tentang alam, manusia, maupun tentang Tuhan. Kalau ketiga teori kebenaran sebelumnya lebih mengedepankan akal, budi, rasio, dan reason manusia, maka dalam teori ini lebih mengedepankan wahyu yang bersumber dari Tuhan.

Penalaran dalam mencapai ilmu pengetahuan yang benar dengan berfikir setelah melakukan penyelidikan dan pengalaman. Sedangkan manusia mencari dan menentukan kebenaran sesuatu dalam agama dengan jalan mempertanyakan atau mencari jawaban tentang masalah asasi dari atau kepada kitab suci, dengan demikian suatu hal itu dianggap benar apabila sesuai dengan ajaran agama atau wahyu sebagai penentu kebenaran mutlak.