Selasa, 27 Desember 2016

FILSAFAT SEBAGAI PANDANGAN HIDUP



Setiap orang yang hidup dan normal pasti mempunyai pandangan hidupnya sendiri atau filsafat hidupnya sendiri, baik yang berpendidikan tinggi maupun yang berpendidikan rendah. Filsafat itu berasal dari bahasa yunani terdiri dari dua kata yaitu kata “philia” artinya cinta dan “sophia” artinya kebijaksanaan. Jadi filsafat adalah mencintai kebijaksanaan. Hakekat filsafat hidup adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang bersifat mendasar, mendalam, dan sesuai kodrat manusia. Karena itu pandangan hidup seseorang atau filsafat hidup seseorang merupakan jati diri atau identitas diri orang.

Filsafat diartikan sebagai pandangan hidup karena filsafat pada hakikatnya bersumber pada hakikat kodrat pribadi manusia (sebagai makhluk individu, makhluk sosial, dan makhluk Tuhan). Hal ini berarti bahwa filsafat mendasarkan pada penjelmaan manusia secara total dan sentral sesuai dengan hakikat manusia sebagai makhluk monodualisme (manusia secara kodrat terdiri dari jiwa dan raga). Manusia secara total (menyeluruh) dan sentral memuat sekaligus sebagai sumber penjelmaan bermacam-macam filsafat, yaitu :
1.    Manusia dengan unsur raganya dapat melahirkan filsafat biologi.
2.    Manusia dengan unsur rasanya dapat melahirkan filsafat keindahan (estetika).
3.    Manusia dengan monodualismenya (kesatuan jiwa dan raganya) melahirkan filsafat antropologi.
4.    Manusia dengan kedudukannya sebagai makhluk Tuhan dapat melahirkan filsafat ketuhanan.
5.    Manusia dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial dapat melahirkan filsafat sosial.
6.    Manusia sebagai makhluk yang berakal dapat melahirkan filsafat berpikir (logika).
7.    Manusia dengan unsur kehendaknya untuk berbuat baik dan buruk dapat melahirkan filsafat tingkah laku (etika).
8.    Manusia dengan unsur jiwanya dapat melahirkan filsafat psikologi.
9.    Manusia dengan segala aspek kehidupannya dapat melahirkan filsafat nilai (aksiologi).
10.  Manusia sebagai warga Negara dapat melahirkan filsafat Negara.
11.  Manusia dengan unsur kepercayaannya terhadap spiritual dapat melahirkan filsafat agama.

Filsafat sebagai pandangan hidup (Weltsanchaung) merupakan suatu pandangan hidup yang dijadikan dasar setiap tindakan dan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari, juga dipergunakan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi dalam kehidupan. Pandangan hidupnya itu akan tercermin didalam sikap hidup dan cara hidup. Sikap dan cara hidup tersebut dapat muncul apabila manusia memikirkan dirinya sendiri secara total.
                                                                  
Manfaat Mengetahui Pandangan Hidup (Filsafat Hidup)
Berdasarkan hakekat dari pandangan hidup atau filsafat hidup maka ada beberapa manfaat mengetahui pandangan hidup, yaitu:
1)      Pandangan hidup atau filsafat hidup menolong mendidik,membangun diri sendiri dengan berpikir lebih mendalam dan memberi isi kepada hidup kita sendiri.
2)      Pandangan hidup atau filsafat hidup memberikan kebiasaan dan kepandaian untuk melihat dan memecahkan persoalan-persoalan dalam hidup sehari-hari.
3)      Pandangan hidup memberikan pandangan yang luas membendung egoisme dan egosentrisme.
4)      Pandangan hidup memberikan dasar-daar baik untuk hidup diri sendiri maupun untuk kepentingan ilmu-ilmu pengetahuan.
Dengan memperhatikan manfaat dari pandangan hidup tersebut, maka orang yang memiliki pandangan hidup yang luas dan tinggi, terdapat ciri-ciri sebagai berikut:
a.    Mampu mengapresiasi keindahan, baik keindahan alam lingkungan, keindahan seni budaya, maupun keindahan harmoni yang aman, tentram, dan damai.
b.    Tanggap dan menaruh empati maupun simpati terhadap penderitaan orang lain, karena itu ia tidak akan melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan penderitaan pihak lain.

c.    Menjunjung tinggi rasa keadilan, bahkan berani mempertaruhkan hidupnya demi memperjuangkan keadilan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar