Setiap orang yang hidup dan normal pasti mempunyai pandangan hidupnya
sendiri atau filsafat hidupnya sendiri, baik yang berpendidikan tinggi maupun
yang berpendidikan rendah. Filsafat itu berasal dari bahasa yunani terdiri dari
dua kata yaitu kata “philia” artinya cinta dan “sophia” artinya kebijaksanaan.
Jadi filsafat adalah mencintai kebijaksanaan. Hakekat filsafat hidup adalah
ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang bersifat mendasar, mendalam, dan
sesuai kodrat manusia. Karena itu pandangan hidup seseorang atau filsafat hidup
seseorang merupakan jati diri atau identitas diri orang.
Filsafat diartikan sebagai pandangan hidup karena filsafat pada hakikatnya
bersumber pada hakikat kodrat pribadi manusia (sebagai makhluk individu,
makhluk sosial, dan makhluk Tuhan). Hal ini berarti bahwa filsafat mendasarkan
pada penjelmaan manusia secara total dan sentral sesuai dengan hakikat manusia
sebagai makhluk monodualisme (manusia secara kodrat terdiri dari jiwa dan
raga). Manusia secara total (menyeluruh) dan sentral memuat sekaligus sebagai
sumber penjelmaan bermacam-macam filsafat, yaitu :
1.
Manusia dengan unsur raganya dapat melahirkan filsafat
biologi.
2.
Manusia dengan unsur rasanya dapat melahirkan filsafat
keindahan (estetika).
3.
Manusia dengan monodualismenya (kesatuan jiwa dan
raganya) melahirkan filsafat antropologi.
4.
Manusia dengan kedudukannya sebagai makhluk Tuhan
dapat melahirkan filsafat ketuhanan.
5.
Manusia dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial
dapat melahirkan filsafat sosial.
6.
Manusia sebagai makhluk yang berakal dapat melahirkan
filsafat berpikir (logika).
7.
Manusia dengan unsur kehendaknya untuk berbuat baik
dan buruk dapat melahirkan filsafat tingkah laku (etika).
8.
Manusia dengan unsur jiwanya dapat melahirkan filsafat
psikologi.
9.
Manusia dengan segala aspek kehidupannya dapat
melahirkan filsafat nilai (aksiologi).
10. Manusia sebagai
warga Negara dapat melahirkan filsafat Negara.
11. Manusia
dengan unsur kepercayaannya terhadap spiritual dapat melahirkan filsafat agama.
Filsafat sebagai pandangan hidup (Weltsanchaung) merupakan suatu pandangan
hidup yang dijadikan dasar setiap tindakan dan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari,
juga dipergunakan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi dalam
kehidupan. Pandangan hidupnya itu akan tercermin didalam sikap hidup dan cara
hidup. Sikap dan cara hidup tersebut dapat muncul apabila manusia memikirkan
dirinya sendiri secara total.
Manfaat Mengetahui Pandangan Hidup (Filsafat Hidup)
Berdasarkan hakekat dari pandangan hidup atau filsafat hidup maka ada
beberapa manfaat mengetahui pandangan hidup, yaitu:
1)
Pandangan hidup atau filsafat hidup
menolong mendidik,membangun diri sendiri dengan berpikir lebih mendalam dan
memberi isi kepada hidup kita sendiri.
2)
Pandangan hidup atau filsafat hidup
memberikan kebiasaan dan kepandaian untuk melihat dan memecahkan
persoalan-persoalan dalam hidup sehari-hari.
3)
Pandangan hidup memberikan pandangan
yang luas membendung egoisme dan egosentrisme.
4)
Pandangan hidup memberikan
dasar-daar baik untuk hidup diri sendiri maupun untuk kepentingan ilmu-ilmu
pengetahuan.
Dengan memperhatikan manfaat dari pandangan hidup tersebut, maka orang yang
memiliki pandangan hidup yang luas dan tinggi, terdapat ciri-ciri sebagai
berikut:
a.
Mampu mengapresiasi keindahan, baik
keindahan alam lingkungan, keindahan seni budaya, maupun keindahan harmoni yang
aman, tentram, dan damai.
b.
Tanggap dan menaruh empati maupun
simpati terhadap penderitaan orang lain, karena itu ia tidak akan melakukan
perbuatan yang dapat menimbulkan penderitaan pihak lain.
c.
Menjunjung tinggi rasa keadilan,
bahkan berani mempertaruhkan hidupnya demi memperjuangkan keadilan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar