“SETAN tidak mengajarkan manusia
berpikir dengan benar tapi ia mengajarkan MERASA SELALU BENAR.”
Komunisme merupakan ajaran yang memandang bahwa manusia pada
hakikatnya merupakan makhluk sosial. Komunisme mendasarkan pada suatu kebaikan
yang hanya diperuntukkan bagi kepentingan dan keuntungan kelas masyarakat
totalitas. Atas dasar inilah komunisme mendasarkan moralnya pada kebaikan relatif
demi kepentingan dan keuntungan kelasnya dan dalam mencapai tujuannya dapat
menghalalkan segala cara. Oleh karena itu, hakikat ideologi komunis bercorak
particular, yaitu suatu ideologi yang hanya membela kepentingan golongan
tertentu yaitu golongan proletar.
Tokoh utama yang mengajarkan komunisme adalah Karl Marx
(1818-1883), seorang keturunan Yahudi Jerman dan merupakan tokoh sosialis
revolusioner yang banyak menulis bidang sosial dan ekonomi. Dengan
ditambahkannya pandangan Engles dan Lenin kepada ajaran Marxism maka ajaran
komunis melandasi pada teori Marxisme dan Leninisme. Istilah “komunisme” juga
dipakai untuk “ajaran komunisme” atau “Marxsisme Leninisme” yang merupakan
ajaran atau “Ideologi” remi komunisme.
Ajaran Marxisme-leninisme sangat bertolak belakang dengan
ajaran Pancasila, juga bertentangan dengan paham liberalism dan individual.
Masyarakat yang diidamkan dan dicita-citakan komunis dunia adalah masyarakat
yang tidak dibatasi kesadaran nasional dan komunis menghendaki masyarakat tanpa
nasionalisme. Di samping itu, ajaran komunis menyerukan kepada kaum buruh
sedunia untuk bersatu dan memerangi kapitalis dan agama (sifat kosmopolitisme)
karena agama juga bukan merupakan masalah pribadi setiap orang, melainkan
merupakan gejala sosial bagian dari masyarakat yang harus dirombak secara
total.
Adapun ciri-ciri umum yang dapat dikemukakan dari ideologi
komunis adalah sebagai berikut ;
a.
Bersumber
kepada akal manusia, tetapi terbatas;
b.
Perekonomian
ada di tangan negara;
c.
Hukum
dibuat oleh manusia dan diterapkan oleh negara dengan tangan besi;
d.
Menolak
keberadaan agama/ateisme, tidak percaya akan adanya tuhan;
e. Manusia
makhluk sosial, tanda demokrasi individu dan manusia dianggap mesin saja;
f. Masyarakat
sebagai kesatuan manusia tanpa kelas, dengan landasan teori
perjuangan/pertentangan kelas proletar berhadapan dengan kaum kapitalis atau
tuan tanah;
g. Bersifat
kosmopolitan, artinya menerapkan dan mengemangkan hegemoninya ke seluruh
pelosok dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar