Jumat, 09 Desember 2016

Ideologi Komunisme



“SETAN tidak mengajarkan manusia berpikir dengan benar tapi ia mengajarkan MERASA SELALU BENAR.”

Komunisme merupakan ajaran yang memandang bahwa manusia pada hakikatnya merupakan makhluk sosial. Komunisme mendasarkan pada suatu kebaikan yang hanya diperuntukkan bagi kepentingan dan keuntungan kelas masyarakat totalitas. Atas dasar inilah komunisme mendasarkan moralnya pada kebaikan relatif demi kepentingan dan keuntungan kelasnya dan dalam mencapai tujuannya dapat menghalalkan segala cara. Oleh karena itu, hakikat ideologi komunis bercorak particular, yaitu suatu ideologi yang hanya membela kepentingan golongan tertentu yaitu golongan proletar.
Tokoh utama yang mengajarkan komunisme adalah Karl Marx (1818-1883), seorang keturunan Yahudi Jerman dan merupakan tokoh sosialis revolusioner yang banyak menulis bidang sosial dan ekonomi. Dengan ditambahkannya pandangan Engles dan Lenin kepada ajaran Marxism maka ajaran komunis melandasi pada teori Marxisme dan Leninisme. Istilah “komunisme” juga dipakai untuk “ajaran komunisme” atau “Marxsisme Leninisme” yang merupakan ajaran atau “Ideologi” remi komunisme.
Ajaran Marxisme-leninisme sangat bertolak belakang dengan ajaran Pancasila, juga bertentangan dengan paham liberalism dan individual. Masyarakat yang diidamkan dan dicita-citakan komunis dunia adalah masyarakat yang tidak dibatasi kesadaran nasional dan komunis menghendaki masyarakat tanpa nasionalisme. Di samping itu, ajaran komunis menyerukan kepada kaum buruh sedunia untuk bersatu dan memerangi kapitalis dan agama (sifat kosmopolitisme) karena agama juga bukan merupakan masalah pribadi setiap orang, melainkan merupakan gejala sosial bagian dari masyarakat yang harus dirombak secara total.
Adapun ciri-ciri umum yang dapat dikemukakan dari ideologi komunis adalah sebagai berikut ;
a.         Bersumber kepada akal manusia, tetapi terbatas;
b.        Perekonomian ada di tangan negara;
c.         Hukum dibuat oleh manusia dan diterapkan oleh negara dengan tangan besi;
d.        Menolak keberadaan agama/ateisme, tidak percaya akan adanya tuhan;
e.       Manusia makhluk sosial, tanda demokrasi individu dan manusia dianggap mesin saja;
f. Masyarakat sebagai kesatuan manusia tanpa kelas, dengan landasan teori perjuangan/pertentangan kelas proletar berhadapan dengan kaum kapitalis atau tuan tanah;

g.  Bersifat kosmopolitan, artinya menerapkan dan mengemangkan hegemoninya ke seluruh pelosok dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar