Kamis, 29 Oktober 2015, dua pekan
lalu, Pendidikan Matematika Kelas 1c kembali lagi menampilkan diskusi yang
mengundang argument dari audiences pada mata kuliah Pendidikan Pancasila. Pada
kesempatan kali ini, diskusi membahas tentang
Pancasila Sebagai Falsafat dan Dasar Negara, dan kelompok 5 yang
beranggotakan Irfan Fauzan dan Winda Afriyanti yang mendapat kehormatan sebagai
kelompok pemateri. Diskusi ini berlangsung di UNTIRTA kampus A gedung D lantai
4 ruang 20 pukul 10.30-13.00 WIB.
Penyajian materi pada kali ini terasa
teralu cepat dan tidak tepat sasaran, dimana pemateri menyampaikn materi-materi
yang dirasa tidak sesuai. Dengan demikian, antusias audiences kurang tinggi, karena
mereka bingung dengan materi yang dibahas. Sehingga hanya 3 orang yang mengajukan
pertanyaan. Tiga orang yang tersebut adalah Jeni Ramandani, Maulina Rahmawati,
dan Nor Risqa Fatimah.
Nor Risqa Fatimah berkesempatan
untuk yang pertama kali mengajukan pertanyaan, ia bertanya mengenai maksud kedudukan
Pancasila meliputi suasana kebatinan
dari UUD 1945 dan fungsi Pancasila
sebagai dasar agar warga Negara dapat berpartisipasi dalam kegiatan di
masyarakat. Kemudian dilanjutkan oleh pertanyaan ke dua dari Jeni Ramandani,
dimana ia bertanya mengenai perbedaan antara Filsafat dan Falsafah. Pertanyaaan
ketiga atau pertanyaan terakhir adalah mengenai contoh-contoh dari penggunaan
filsafat dalam kehidupan sehari-hari. Semua pertanyaan ditampung terlebih
dahulu dan kemudian didiskusikan oleh pemateri guna mendapatkan jawaban yang
tepat.
Pemateri
pertama-tama menjawab pertanyaan dari Nor Risqa Fatimah. Ia menyebutkan bahwa Pancasila
berkedudukan untuk meliputi suasana kebatinan dari UUD 1945 berarti pancasila
dijadikan sebagai pedoman dalam penghayatan dan penjiwaan terhadap UUD 1945
yang didalamnya terkandung nilai-nilai Pancasila. dan Pancasila berfungsi
sebagai dasar agar warga Negara dapat berpartisipasi dalam kegiatan di
masyarakat berarti bahwa pancasila
befungsi sebagai sumber acuan dalam bertindak, dan pancasila juga dijadikan
sebagai sumber norma dan nilai oleh bangsa Indonesia sehingga dengan berpedoman
terhadap nilai pancasila bangsa Indonesia akan selalu berpartisipasi aktif
dalam segala kegiatan di masyarakat.
Setelah selesai dengan pertanyaan Nor, Pemateri
yang selanjutnya menjawab pertanyaan dari Jeni
Ramandani, menerangkan bahwa Perbedaan filsafat dengan falsafah hanya terdapat
dalam segi asal bahasa saja. Filsafat berasal dari bahasa Indonesia dan falsafah dalam bahasa Arab. Namun pada dasarnya
tidak ada perbedaan lain yang lebih jauh, keduanya juga memiliki arti kata yang
sama. Selanjutnya mendapat tambahan
dari dosen, Pak Oka, yang menyebutkan
bahwa benar adanya perbedaaan filsafat dengan
falsafah hanya terdapat dalam segi kebahasaan atau asal bahasa, namun arti dan
maksudnya tetap sama. hal ini karena ilmu filsafat tidak hanya dipelajari di
Indonesia saja, tetapi di Negara lain pun banyak yang mempelajari filsafat.
Pertanyaan
terakhir yang berasal dari Maulina Rahmawati mengenai contoh penggunaan
filsafat dalam kehidupan sehari-hari dijawab oleh pemateri dengan cukup singkat.
Dalam pemaparannya pemateri menyebutkan bahwa Penggunaan filsafat dalam
kehidupan sehari-hari sangat banyak, karena filsafat pancassila itu sendiri
digunakan sebagai arah berfikir bangsa untuk mencari kebenaran atas suatu hal
yang akan dilakukan. Salah satunya adalah kita selalu berfikir terlebih dahulu
kebaikan atau keburukan sesuatu sebelum bertindak, dan selalu berfikir kritis
akan kebenaran suatu masalah atau berita yang kita hadapi.
Pada
akhir presentasi pemateri menyimpulkan bahwa falsafat pancasila adalah
kemampuan rohani bangsa Indonesia melakukan pemikiran yang sedalam-dalamnya
tentang kebenaran pancasila sebagai landasan dasar falsafah kehidupan bangsa
Indonesia sehingga hasilnya adalah memperoleh kebenaran yang sesungguhnya dan
hakiki dari arti nilai sila-sila pancasila. dan Pancasila sebagai dasar Negara
adalah nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila menjadi dasar atau pedoman
bagi penyelenggaraan Negara.
Terlepas
dari segala kekurangan pemateri mengenai kurang lengkapnya materi yang
disampaikan, penampilan kelompok 5 pantas mendapat apresiasi atas penyajian dan
penyampaian materi yang baik. Semoga kelak dapat memperbaiki segala yang masih
kurang dan mempertahankan segala yang sudah bagus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar