“Katakanlah:
Sesungguhnya Sholatku, ibadatku, hidupku, dan mariku hanyalah untuk Allah Rabb
semesta alam.”[QS. Al- An’ am: 162]
Definisi
Paradigma
adalah cara berfikir,kerangka berfikir,atau cara pandang seseorang dalam
memikirkan dan memahami sesuatu.
Tauhid
adalah konsep dalam aqidah Islam yang menyatakan keesaan Allah.
Paradigma
Tauhid adalah cara berfikir,kerangka berfikir,atau cara pandang seseorang dalam
memahami konsep dalam aqidah Islam yang menyatakan keesaan Allah.
Poin pertama
dalam Rukun Iman adalah beriman kepada Allah. Sementara poin pertama dalam
Rukun Islam adalah mengucapkan dua kalimat syahadat, yang kalimat pertamanya
berisi kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah.
Tauhid atau
keesaan Allah merupakan prinsip utama yang diajarkan oleh agama-agama yang
diturunkan oleh-Nya melalui para utusan-Nya. Semua agama itu mengajak manusia
untuk mengenal Allah dan menjadi orang yang tunduk, patuh, serta berserah diri
kepada Allah Yang Maha Esa. Sikap tunduk, patuh, dan berserah diri kepada Allah
ini adalah definisi dari islam, sementara manusianya disebut muslim. Kedua
sebutan itu kemudian melekat pada ajaran dan umat Nabi Muhammad saw. sebagai
Nabi penutup yang ajarannya diperuntukkan manusia sampai akhir zaman.
Dalam Al-Qur’an, penekanan tentang keesaan
Allah ini tercantum dalam surat al-Ikhlas ayat 1-4, yang berbunyi:
Allah Ta’ala berfirman,
قُلْ هُوَ اللَّهُ
أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ
لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4
Artinya:
Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
Allah tumpuan harapan (tempat bergantung segala sesuatu). Dia tiada beranak dan
tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.
Para ulama
membedakan konsep tauhid dalam tiga cabang, yakni :
Tauhid Rububiyah
Tauhid Rububiyah yaitu mengesakan Allah dalam
segala perbuatan-Nya, dengan meyakini bahwa Dia sendiri yang menciptakan dan
memelihara alam semesta.
Tidak ada daya dan upaya kecuali atas izin
Allah. Dia adalah Pencipta dan Penguasa alam, semua adalah milik-Nya. Semua
adalah ciptaan-Nya, diatur, diciptakan, diberi fitrah, membutuhkan, dan
dikendalikan-Nya.
Allah Ta’ala berfirman
“Segala puji bagi Allah, Rabb semesta
alam” (Q.S. Al-Fatihah : 1)
Dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam bersabda, “Engkau adalah Rabb di langit dan di bumi”
(Mutafaqqun ‘Alaih)
Tauhid Rububiyah mengharuskan adanya Tauhid
Uluhiyah. Hal ini berarti siapa yang mengakui tauhid rububiyah untuk Allah,
dengan mengimani tidak ada pencipta, pemberi rizki, dan pengatur alam kecuali
Allah, maka ia harus mengakui bahwa tidak ada yang berhak menerima ibadah
dengan segala macamnya kecuali Allah. Maka tauhid rububiyah adalah pintu
gerbang dari tauhid uluhiyah.
Tauhid Uluhiyah
Tauhid
Uluhiyah adalah hukum yang mengatur masyarakat manusia untuk menyembah hanya
kepada Allah serta taat dan patuh kepada syariat-Nya dengan atau tanpa persetujuan
manusia.
Pada umumnya
manusia tergoda dalam lembah syirik,karena menyangka bahwa jin,iblis,atau setan
dapat mencuri dan berbagi informasi mengenai misteri atau peristiwa gaib yang
belum di ketahui manusia.Seperti
jodoh,kematian,masa depan,kiamat dan lain-lain
Hukum
tersebut tercantum dalam QS.Al-Fatihah
ayat 5
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
"(Hanya Engkaulah yang kami menyembah
dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan).”
Allah Ta’ala berfirman
“Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak
ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha
Penyayang” (Q.S. Al-Baqarah : 163)
Dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam bersabda, “Maka hendaklah apa yang kamu dakwahkan
kepada mereka pertama kali adalah syahadat bahwa tiada Tuhan yang
berhak diibadahi kecuali Allah” (Mutafaqqun ‘Alaih). Dalam riwayat
Imam Bukhari,“Sampai mereka mentauhidkan Allah”.
Tauhid Mulkiyah
Tauhid Mulkiyah adalah hukum yang mengatur
kesadaran manusia untuk sungguh – sungguh dalam menegakan syariat Allah di muka
bumi dalam rangka mewujudkan keadilan sosial dan kemakmuran universal.
Dalil yang menjelaskan tentang Tauhid
Mulkiyah
Katakanlah (wahai Muhammad): “Wahai Tuhan
yang mempunyai kuasa pemerintahan, Engkaulah yang memberi kuasa pemerintahan
kepada siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkaulah yang mencabut kuasa
pemerintahan dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah juga yang memuliakan
siapa yang Engkau kehendaki dan Engkaulah yang menghina siapa yang Engkau
kehendaki. Dalam kekuasaan Engkaulah saja adanya segala kebaikan. Sesungguhnya
Engkau Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu. [Ali Imran: 26]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar