Suatu Perencanaan atau suatu pola yang
digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau
pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat
pembelajaran termasuk di dalamnya buku-buku, film, komputer,dll (Joyce, 1992). Kerangka
konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan
pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi
sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam
merencanakan aktivitas belajar mengajar (soekamto,dkk). Pola interaksi siswa
dengan guru di dalam kelas yang menyangkut strategi, pendekatan, metode, dan
teknik pembelajaran yang diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar
di kelas. (Tim MKPBM,2003)
Pendekatan
Pembelajaran:
Cara umum dalam memandang permasalahan atau objek kajian.
Cara memandang terhadap pembelajaran
Contoh: Pendekatan sistem, Pendekatan Aktif,dsb.
Strategi:
Ilmu/kiat di dalam memanfaatkan segala sumber yang
dimiliki /yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan,
Joni (1992)
Metode
Pembelajaran
Cara yang digunakan guru dalam membelajarkan siswa.
Cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk
mencapai tujuan tertentu
Contoh: Ceramah, diskusi, tanya jawab, simulasi, pemberian
tugas, demonstrasi, kerja kelompok, Ekspositori, eksperimen, pemecahan masalah,
inkuiri, dsb.
Teknik
Pembelajaran
Ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar
penerapan tertentu. Seperti: kemampuan dan kebiasaan guru, ketersediaan
peralatan, kesiapan siswa, dsb.
Wujud konkret dari penggunaan metode, strategi dan
pendekatan pembelajaran.
Teori-Teori
Belajar Modern Yang Melandasi Model Pembelajaran
Teori
konstruktivisme (siswa membangun pengetahuannya sendiri)
Teori
thorndike(konsep yang baru dipelajari harus dikaitkan dengan konsep sebelumnya)
Teori
gestalt (pengertian dan belajar bermakna)
Teori
skiner (pemberian penguatan)
Teori
piaget (perkembangan kognitif)
Teori
bruner(metode spiral,dalil pengaitan,
memanipulasi benda-benda nyata (alat peraga))
Teori
dienes( pembelajaran yang menyenangkan, misal: penggunaan alat peraga)
Teori
van hiele(tahapan dalam memahami
geometri: pengenalan, analisis, pengurutan, deduksi, keakuratan)
Teori Vygotsky (teori ZPD) : pembelajarann kooperatif,
pembelajaran berbasis kegiatan, dan penemuan.
Teori Piaget
Tahap Sensori Motor (0-2 tahun) :
Pengalaman diperoleh melalui perbuatan fisik (gerakan
anggota tubuh) dan sensori (koordinasi alat indra)
Mampu melambangkan objek fisik ke dalam simbol-simbol,
misal: mulai bisa berbicara meniru suara kendaraan.
Tahap Pra Operasi (2-7 tahun) :
Tahap persiapan pengorganisasian operasi konkret
Pemikiran anak lebih banyak berdasarkan pada pengalaman
konkret daripada pemikiran logis, sehingga jika melihat objek-objek yang kelihatan
berbeda, maka ia mengatakannya berbeda pula.
Operasi Konkret (7-11 tahun):
Telah memahami operasi logis dengan bantuan benda-benda
konkret.
Memahami konsep kekekalan
Kemampuan untuk mengklasifikasi dan mengurutkan objek
Mampu memandang suatu objek dari sudut pandang yang
berbeda secara objektif
mampu memperhatikan sekaligus dua macam kelompok yang
berbeda
Dapat mengelompokkan benda-benda yang memiliki beberapa
karakteristik ke dalam himpunan dan himpunan bagian dengan karakteristik
khusus.
Mampu mengikat definisi yang telah ada dan
mengungkapkannya kembali, akan tetapi belum mampu untuk merumuskan sendiri
tersebut secara tepat
Belum mampu menguasai simbol verbal dan ide-ide abstrak
Tahap Operasi Formal ( 11 tahun ke atas)
Mampu melakukan penalaran dengan menggunakan hal-hal yang
abstrak.
Penggunaan benda-benda konkret tidak diperlukan lagi
Kemampuan untuk menyusun serangkaian hipotesis dan
mengujinya
Kemampuan untuk melakukan penalaran hipotetik-deduktif
Memiliki kemampuan berpikir kombinatorial
Berkaitan dengan tipe berpikir
Teori
Bruner
Proses belajar
melewati 3 tahap:
Tahap enaktif (memanipulasi /mengotak-atik objek)
Tahap ikonik (kegiatan yang dilakukan berhubungan dengan
mental, yang merupakan gambaran dari objek-objek yang dimanipulasinya)
Tahap Simbolik (anak memanipulasi simbol-simbol atau
lambang-lambang objek tertentu/ mampu menggunakan notasi)
Teori Bruner
dikenal adanya Dalil
Dalil penyusunan (agar menguasai konsep, teorema, dan
definsisi anak harus dilatih untuk melakukan penyusunan representasinya)
Dalil Notasi
Dalil Pengontrasan dan keanekaragaman (diperlukan
contoh-contoh yang banyak, konsep yang diterangkan dengan contoh dan bukan
contoh).
Dalil Pengaitan
Macam-macam model pembelajaran
Pembelajaran
langsung
Pembelajaraan
kooperatif
Pembelajaran
kontekstual
Pembelajaran
rme
Pembelajaran berbasis masalah (pbl)
Pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read,
Reflecty, Recite, Review)
Pembelajaran Reciprocal Teaching
Tidak ada komentar:
Posting Komentar