Senin, 12 Desember 2016

INDONESIA MERDEKA



 “Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar,
Kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman,
Namun Tidak Jujur itu sulit diperbaiki.” [bung Hatta]

        Pancasila dan UUD 1945 adalah jiwa, kepribadian, dan filsafat hidup sekaligus cita-cita sosial politik bangsa Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Esensi Pancasila adalah objektivikasi ajaran dan cita-cita politik negara bangsa yang menganut monoteisme, bukan politeisme apalagi ateisme.

Katakanlah: “Hai ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suaru kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kami sembah selain Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah”. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (Qs. Al Imran [3]: 64)

Batasan relasi agama dan negara mengacu pada prinsip ”Ketuhanan berdasarkan kemanusiaan yang adil dan beradab.” Dengan kata lain, sila Ketuhanan  Yang Maha Esa yang bersifat monoteistik tidak menghilangkan hak warga negara yang tidak sepaham. Eksistensi negara kepulauan Indonesia diperkuat oleh sitem budaya maritim dan budaya dagang antar pulau yang sudah melekat pada jati diri bangsa. Indonesia merupakan keberlanjutan dari warisan historis tradisi kekuasaaan dan kebudayaan yang terdiri dari  beragam agama, etnis, suku bangsa, golongan dan bahasa.

RESTORASI INDONESIA
Bangsa Indonesia menjadi bangsa dengan warisan sejarah dan budaya yang kosmopolit, yang menghimpun hampir semua kebudayaan besar dunia- India, Arab, Persia, Cina, dan Eropa. Pada abad ke-20 pengumulan antar arus peradaban islam, India, Cina, dan Eropa mengalami gelombang pasang dengan kesadaran kebangsaan
Pada masa Orde baru, kekayaan budaya tradisional ini secara diplomatik dipertunjukan secara apik dengan kemasan pariwisata, di Taman Mini Indonesia (TMII) Jakarta. Pada era reformasi kebangkitan umat islam memiliki peluang besar dengan dibukanya kebebasan. Kebangkitan esensial itu dimulai dari Masjid yang menjalankan misi profetis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar