Pecinta Dunia
Tidak akan leps dari tiga hal:
Kegalauan yang tak pernah pergi…
Kelelahan yang tak pernah bertepi…
Kerugian yang tak pernah berhenti…
[Ibnu Qayyim al- Jauziyah]
1. Agama Islam di Thailand
Agama Islam masuk ke Thailand dengan melalui
Kerajaan Pasai (Aceh). Ketika Kerajaan Pasai ditaklukan Thailand, raja Zainal
Abidin dan orang-orang Islam banyak yang ditawan. Setelah mereka membayar
tebusan mereka dikeluarkan dari tawanan, dan para tawanan tersebut ada yang
pulang dan ada juga yang menetapa di Thailand, sehingga mereka menyebarkan
agama Islam.
2. Agama Islam di Singapura
Perkembangan
Islam di singapura boleh dikatakan tidak ada hambatan, baik dari segi politik
maupun birokratis. Muslim di Singapura ± 15 % dari jumlah penduduk, yaitu ±
476.000 orang Islam. Sebagai temapt pusat kegiatan Islam ada ± 80 masjid yang
ada di sana. Pada tanggal 1 Juli 1968, dibentuklah MUIS (majelis Ulama Islam
Singapura) yang mempunyai tanggung jawab atas aktivitas keagamaan, kesehatan,
pendidikan, perekonomian, kemasyarakatan dan kebudayaan Islam.
3. Agama Islam di Filipina
Berdasarkan catatan Kapten Tomas Forst tahun
1775 M, ada orang Arab yang mula-mula masuk pulau Mindanau (Filiphina) adalah
Mubalig yang bernama Kebungsuan pada abad ke-15 M. Sedangkan yang menyebarkan
agama Islam di pulau sulu ialah Sayid Abdul Aziz (Sidi Abdul Aziz) dari Jeddah.
Ulama ini juga mengislamkan raja Malaka pertama yang semula beragama Hindu,
yakni Permaisura diganti dengan Muhammad Syah. Kemudian yang disusun dengan
mubalig Abu Bakar yang menyebarkan Islam ke Pulau Sulu, Pulau Luzon dan
sebagainya.
4. Agama Islam di Malaysia (Malaka)
Sekitar abad
ke-14 agama Islam masuk ke Malaysia dibawa oleh pedagang dari Arab, Persia,
Gujarat dan Malabar. Disamping itu, ada seorang ulama bernama Sidi Abdul Aziz
dari Jeddah yang mengislamkan pejabat pemerintah Malaka dan kemudian
terbentuklah kerjaan Islam di Malaka dengan rajanya yang pertama Sultan
Permaisura. Setelah beliau wafat diganti oleh Sultan Iskandar Syah dan
penyiaran Islam bertambah maju, pada masa Sultan Mansyur Syah (1414-1477 M).
Sultan suka menyambung tali persahabatan dengan kerajaan lain seperti Syam,
Majapahit, dan Tiongkok.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar