Sabtu, 10 Desember 2016

REVITALISASI MASJID



“Tiada hari yang lebih aku sesali dimana matahari tenggelamdi hari itu, umurku berkurang namun amalku tidak bertambah.” [Ibnu Mas’ud]

Makna Simbolik Masjid
ž  Dalam Al-Qur’an kata masjid terulang sebanyak 28 kali.
ž  Diambil dari kata sajada-sujuud yang berarti patuh, taat,tunduk dengan penuh hormat,dan takzim
ž  Masjid merupakan ism makan yang berarti tempat, dalam hal ini tempat bersujud. Tetapi karena akar kata sajada-sujuud bermakna tunduk dan patuh, hakikat masjid adalah tempat melakukan segala aktivitas yang mengandung kepatuhan kepada Allah SWT.
ž  Makna simbolik pembangunan masjid adalah usaha pembebasan masyarakat dari syirik dalam berbagai bentuknya.
Allah SWT. Berfirman:
Sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah, maka janganlah   kamu menyembah suatu apa pun, selain Allah. (Q.S. Al- Jin[72]: 18)
Rasul SAW bersabda:
“Telah dijadikan untukku(dan untuk umatku)bumu sebagai masjid dan sarana penyucian diri.” (HR. Bukhari dan Muslim melalui Jabir Bin Abdullah)
Bumi sebagai masjid berarti tempat pengabdian kita melaksanakan peran kekhalifahan dan segala aktivitas peribadatan dalam pengertian luas yang mencerminkan kepatuhan kepada Allah SWT. Masjid menjadi pusat kegiatan umat Islam tremasuk pendidikan.

VITALISASI MASJID
Dari segi doktrin maupun kesejarahan, masjid merupakan institusi penting dalam Islam, bukan hanya sebagai pusat peribadatan, tetapi juga pendidikan dan pembudayaan.
Beberapa alasan doktrinal yang penting dikemukakan, mengapa masjid strategis sebagai lenbaga pendidikan dan pembudayaan :
1. Manusia membutuhkan proses pendidikan untuk mengenal Allah dan syari’at-Nya
Mengenalkan Allah melalui asma al-husna dan firman-Nya dalam Al-Qur’an merupakan salah satu alasan Allah menurunkan rasul kepada manusia, untuk mengingatkan akan hakikat dan tujuan hidupnya yang sejati.
Esensi ajaran Allah yang dibawa para rasul adalah ajaran tauhid, yakni perintah untuk tunduk, patuh hanya kepada Allah semata. Isi kurikulum sistem pendidikan masjid yang utama adalah penanaman tauhid dan pengamalan ibadah, khususnya shalat
2. Masjid merupakan instituti paling penting dalam sejarah kemanusiaan.
Bangunan pertama yang dibangun Nabi Adam AS adalah ka’bah, yang kemudian di renovasi oleh Nabi Ibrahim AS dan anaknya, Nabi Ismail AS.ka’bah lalu menjadi kiblat shalat dan pusat kegiatan ibadah haji bagi umat muslimin. Ka’bah sebagai pusat spiritual memiliki daya tarik politis, ekonomi, dan bisnis yang luar biasa. Karena itu Al-Qur’an mengingatkan umat Islam  untuk menjadikan ka’bah sebagai poros kehidupan, mulai dari dimensi spiritual, sosial budaya, ekonomi, serta pertahanan dan keamanan (QS. Quraisy : 3-4)
3.  Masjid adalah benteng kegiatan dakwah dan pengajaran islam
Dakwah Rasulullah SAW era Makkah dimulai secara sembunyi-sembunyi menggunakan pendekatan individual. Pembinaan kader pada masa awal Islam yang terkenal adalah Daar Al-Arqam, rumah Arqam bin Abu Al-Arqam. Ketika Isra Mi’raj, masjid menjadi tempat bertolak dan persinggahan utama. Hasil dari Isra Mi’raj adalah perintah shalat 5 waktu, dan shalat menghendaki masjid, terutma shalat berjamaah.
Ketika Nabi SAW hijrah, beliau singgah di Quba dan membangun masjid.  Di Yastrib (sekarang Madinah), agenda pertama yang dilaksanakan adal membangun masjid, yang salah satu sudutnya (Ash-shuffah) digunakan sebagai tempat pendidikan dan pengajaran. Rasulullah membangun masjid, bukan istana. Masjid berfungsi sebagai tempat ibadah dengan fungsi akademisnya, sekaligus simbol politik kehadiran Islam di wilayah tersebut. Masjid menjadi pusat gravitasi dalam menjaga integritas dan persatuan umat. Masjid adalah roh negara dalam Islam. Kejayaan negara terpancar dari aktivitas masjid yang melayani rakyat. Sebaliknya, ketika kondisi masjid hanya bengunan indah, shalat dan khutbah hanya ritual tanpa relevansi sosial, maka umat Islam tidak bisa diharapkan mengemban visi.
4. Masjid sebagai tempat mengkaji kitab suci Al-Qur’an dan pembudayaan nilai-nilai Islam Lebih khusus belajar dan mendalami Al-Qur’an sebagai sumber nilai dan ilmu pengetahuan dalam Islam. Dalam hal ini, Islam memperkenalkan dua medan jihad, jihad bi As-saif wa Al-qital di medan perang, dan jihad intelektual. Jihad bi Al-hujjah wa Al-burhan, dengan masjjid sebagai pusat
5. Masjid adalah milik Allah yang dibangun di atas tanah wakaf, yang secara hukum milik publik, dan pengelolaannya diserahkan kepada kenadziran yang ditunjuk.

Masjid bukan milik pribadi atau golongan sehingga masjid berfungsi sebagai pusat integritas umat. Mendirikan masjid merupakan amal jariyah yang sangat utama. Namun demikian, kita harus tetap waspada terhadap motif jahat di balik pendirian masjid.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar