Sabtu, 10 Desember 2016

PENDIDIKAN BERBASIS MASJID



“Jika engkau tidak mampu merangkul Saudaramu Ke surga, paling tidak jangan menjadi jembatan baginya menuju neraka.” [Ustadz Maududi Abdullah]

Masjid sebagai wadah belajar berakar kuat sejak awal kehadiran Islam pada abad ke 6, sehingga mustahil membicarakan pendidkan umat Islam dengan mengabaikan masjid. Pada zaman Nabi SAW, belajar dilakukan di salah sudut masjid yang disebut Ash-shuffah. Pada perkembangan berikutnya, belajar dilakukan di setiap sudut atau tiang masjid mementuk halaqoh ilmiah (lingkar studi).
Pada kekhalifahan Umar bin Khattab, masjid berfungsi sebagai madrasah umat Islam secara formal dan sejumlah tenaga pengajar pun resmi diangkat khalifah untuk mengajar Al-Qur’an dan Hadis di masjid Kuffah, Basrah, Mesir, dan Damaskus. Sekitar awal abad ke 10 M, masjid sebagai lembaga pendidikan mulai dilengkapi asrama bagi para santri. Tokoh yang terkenal sebagai pelopornya adalah Badr bin Hasanawayh Al-Kurdi. Sistem pendidikan masjid pun berevolusi menjadi madrasah.
Madrasah adalah pendidikan tinggi yang di dalamnya terdapat masjid.madrasah dikembangkan secara pesat oleh Nizham Al-Mulk, salah seorang wazir Dinasti Saljuk sejak 1064 M. bidang studi utama madrasah adalah fiqh.
Pada zaman keemasan Islam, muatan kurikulum pendidikan masjid bukan hanya Al-Qur’an dan Hadis,  tetapi lebih bervariasi, mencakup bahasa dan sastra Arab, tafsir, qiraat, fiqh, kalam, astronomi, dan kedokteran.
Sistem asrama (pondok) dalam tradisi sufi dikenal sekitar abad ke 13 M dengan nama zawiyah. Model pendidikan zawiyah di Indonesia ditemukan dalam keraton pada masa kesultanan Buton di Sulawesi.
Di Jawa, pola zawiyah menjadi inspirasi bagi pengembangan sistem pendidikan berasrama oleh para Wali Songo, khususnya Sunan Giri dan Sunan Ampel, yang lebih dikenal dengan nama pesantren.

Di Banten, sistem pesantren lebih dikenal dengan nama pondok rombeng. Pondok rombeng adalah tempat tinggal para santri yang dibuat dari bilik-bilik bambu dan beratapkan anyaman dahan kelapa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar