“Meratapi kegagalan adalah bukti
kelemahan hati seorang manusia.”
Ki Hajar Dewantara
“Pendidikan
adalah daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin),
pikiran (intelek), dan tubuh anak.”
Pendidikan budi pekerti meliputi:
Kemauan
dan Tindakan
Sikap
Keterampilan
Perilaku
(Behaviors)
Motivasi
(Motivations)
Keterampilan
(Skills)
Islam mengenal istilah filsafat akhlak
yang sangat dekat dengan tasawuf. Tasawuf memberikan pengaruh terhadap
pembentukan karakter. Tokoh utama yang memiliki pengaruh besar di Indonesia
adalah Al-Ghazali dengan karyanya Ihya Ulum al-Din.
Dalam kitab Al Risalat al
Qusyairiyyat Fi ‘Ilmi at Tawasuf barangay
Abu al Qasim Abdul Karim Hawazin al Qusyairi al Naisaburi
- Nilai
Pendidikan Karakter Terhadap Tuhan.
- Nilai
Karakter Terhadap Diri Sendiri.
- Nilai
Karakter Terhadap Sesama Manusia.
- Nilai
Karakter Terhadap Lingkungan.
Inti Terdalam Dari Teori dan Spiritual
Melalui Tasawuf
Muhasabah
Introspeksi
diri terus menerus, meraih ridho Allah.
Muraqabah
Mendekatkan
diri lahir maupun batin, maupun perbuatan mencapai ma’rifat Allah.
Musyahadah
Menyaksikan
keagungan dan keindahan Allah dalam seluruh eksistensi apapun jua dan tidak
silau dengan gemerlap kehidupan duniawi.
Pendidikan Karakter Berbasis Tasawuf
Dibagi Tiga Proses:
Takhalli
Pembebasan
Diri dari Penyakit Jiwa Dan Hati. Melalui kegiatan ta’abbudi
ta’abbudi meliputi empat tahap:
- Taubat
- Wara’
- Zuhud
- Tawakkal
Tahalli
Proses
pembangunan jiwa.
taqarrub
(Mendekatkan
kualitas diri dengan Allah SWT) tanpa mengharap kompensasi dosa-pahala atau
surga-neraka.
Empat
tangga/tahapan yang harus ditempuh dalam taqarrub :
- Tawakal
- Sabar
- Rida
- Syukur
Tajalli
Proses pencerahan jiwa yang bersifat
ilahiah melalui amal saleh dan kontemplasi
Proses tajalli meliputi
empat tahap:
- Mahabbah
(cinta Tuhan)
- Makrifah
- Haikikat
- Kasyaf
(tersingkap tabir dengan sirr).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar