- Pengertian
Berfikir Ilmiah dan Alamiah
Berfikir
ilmiah adalah berfikir yang logis dan empiris. Logis adalah masuk akal,
dan empiris adalah dibahas secara mendalam berdasarkan fakta yang dapat
dipertanggung jawabkan, selain itu menggunakan akal budi untuk
mempertimbangkan, memutuskan, dan mengembangkan. Berpikir merupakan sebuah
proses yang membuahkan pengetahuan. Proses ini merupakan serangkaian gerak
pemikiran dalam mengikuti jalan pemikiran tertentu yang akhirnya sampai pada
sebuah kesimpulan yang berupa pengetahuan. Berpikir ilmiah adalah kegiatan akal
yang menggabungkan induksi dan deduksi. Induksi adalah cara berpikir yang di dalamnya
kesimpulan yang bersifat umum ditarik dari pernyataan-pernyataan atau
kasus-kasus yang bersifat khusus, sedangkan, deduksi ialah cara berpikir yang
di dalamnya kesimpulan yang bersifat khusus ditarik dari pernyataan-pernyataan
yang bersifat umum.
Berfikir
alamiah adalah pola penalaran yang berdasarkan kebiasaan sehari-hari dari
pengaruh alam sekelilingnya. Misalnya penalaran tentang panasnya api yang dapat
membakar jika dikanakan kayu pasti kayu tersebut akan terbakar.
- Sarana Berfikir Ilmiah
Sarana
berfikir ilmiah pada dasarnya merupakan alat yang membantu kegiatan ilmiah
dalam berbagai langkah yang harus ditempuh. Pada langkah tertentu biasanya diperlukan
sarana yang tertentu pula. Dengan jalan ini maka kita sampai pada hakikat
sarana yang sebenarnya, sebab sarana merupakan alat yang membantu kita dalam
mencapai tujuan tertentu atau dengan perkataan lain, sarana ilmiah mempunyai
fungsi-fungsi khas dalam kaitan kegiatan ilmiah secara menyeluruh.
Sarana
berfikir ilmiah ini, dalam proses pendidikan kita merupakan bidang studi
tersendiri. Artinya kita mempelajari sarana berpikir ilmiah ini seperti kita
mempelajari berbagai cabang ilmu. Dalam hal ini, kita memperhatikan dua hal :
1.
Sarana ilmiah bukan merupakan ilmu dalam pengertian bahwa sarana ilmiah itu
merupakan kumpulan pengetahuan yang didapatkan berdasarkan metode ilmiah.
Seperti diketahui salah satu karakteristik dari ilmu, umpamanya adalah
penggunaan berpikir induktif dan deduktif dalam mendapatkan pengetahuan. Sarana
berfikir ilmiah tidak mempergunakan cara ini dalam mendapatkan pengetahuannya.
Secara lebih tuntas dapat dikatakan bahwa sarana berpikir ilmiah mempunyai
metode tersendiri dalam mendapatkan pengetahuannya yang berbeda dengan metode
ilmiah.
2.
Tujuan mempelajari sarana ilmiah adalah untuk memungkinkan kita melakukan
penelaahan ilmiah secara baik, sedangkan tujuan mempelajari ilmu dimaksudkan
untuk bisa memecahkan masalah kita sehari-hari. Dalam hal ini, maka sarana berfikir
ilmiah merupakan alat bagi cabang-cabang pengetahuan untuk mengembangkan materi
pengetahuannya berdasarkan metode ilmiah. Atau secara sederhana, sarana berfikir
ilmiah merupakan alat bagi metode ilmiah dalam melakukan fungsinya secara baik.
Jelaslah sekarang bahwa mengapa sarana berfikir ilmiah mempunyai metode tersendiri
yang berbeda dengan metode ilmiah dalam mendapatkan pengetahuannya, sebab
fungsi sarana ilmiah adalah membantu proses metode ilmiah dan bukan merupakan
ilmu itu sendiri.
Untuk
dapat melakukan kegiatan berpikir ilmiah dengan baik maka diperlukan sarana
berupa bahasa, logika, matematika dan statistik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar