Fase-Fase Pembelajaran Geometri
Fase-fase
pembelajaran geometri menurut Van Hielle adalah :
- Fase
Informasi
- Fase
Orientasi
- Fase
Eksplitasi
- Fase
Orientasi Bebas
- Fase
Integrasi
Fase Informasi
Pada awal tingkat ini, guru dan siswa
menggunakan tanya jawab dan kegiatan tentang ibjek-objek yang dipelajari pada
tahap berpikir siswa.
Fase Orientasi
Siswa menggali topik yang dipelajari
melalui alat-alat yang dengan cermat telah disiapkan guru.
Fase Eksplisitasi (Penjelasan)
Berdasarkan pengalaman sebelumnya, siswa
menyatakan pandangan yang muncul mengenaik struktur yang diobservasi. Disamping
itu, untuk membantu siswa menggunakan bahasa yang tepat dan akurat, guru
memberi bantuan sesedikit mungkin. Hal tersebut berlangsung sampai sistem
hubungan pada tahap berpikir mulai tampak nyata.
Fase Orientasi Bebas
Siswa mengahadapi tugas-tugas yang lebih
kompleks berupa tugas yag memerlukan banyak cara, dan tugas open-ended. Guna,
mereka menemukan cara mereka sendiri.
Fase Integrasi
Siswa meninjau kembali dan meringkas apa
yang telah dipelajari. Guru dapat membantu siswa dalam membuat sintesis ini dengan
melengkapi survei secara global terhadap apa yang telah dipelajari. Dan siswa
siap mengulangi fase-fase sebelumnya.
1. Kelebihan Teori Van
Hiele
Teori
Van Hiele ini membantu siswa untuk lebih memahami geometri dengan
belajar melalui pengalaman, siswa tidak dituntut untuk mengetahui terlebih
dahulu materi geometri yang akan diajarkan. Sehingga siswa akan menemukan
pengetahuannya sendiri melalui proses belajar yang mereka lakukan, selain itu
kecepatan pemahaman dari tahap awal ke tahap selanjutnya lebih tergantung pada
isi dan metode pembelajaran
2. Kekurangan
Teori Van Hiele
Pengajaran
teori Van Hiele ini harus dilakukan secara bertahap karena jika tidak,
kemungkinan siswa untuk dapat memahami geometri dengan baik tidak akan
tercapai. Hal ini karena dalam tahapan-tahapan teori Van Hiele ini bekerja
secara berkesinambungan atau berkaitan antara satu tahapan dengan tahapan
selanjutnya.
Teori
ini juga menuntut guru untuk kreatif dalam mengemas pengajaran yang dapat
menyesuaikan dengan tingkat berpikir siswa, serta guru harus mampu menentukan
strategi yang tepat dalam pelaksanaannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar