Sabtu, 17 September 2016

Apakah Pengetahuan Itu

Apakah Pengetahuan Itu

Pengetahuan merupakan dasil dari usaha manusia untuk tahu. Drs. Sidi Gazalba, mengemukakan bahwa pengetahuan ialah apa yanh diketahui atau hasil pekerjaan tahu. Pekerjaan tahu tersebut adalah hasil daripada: kenal, sadar, insaf, mengerti dan pandai.
Menurut Drs. Burhanuddin Salam, ada beberapa pengetahuan yang dimiliki manusia, yaitu:
1. Pengetahuan biasa atau common sense
2. Pengetahuan ilmu, secara singkat orang menyebutnya ilmu sebagai terjemahan dari science
3. Pengetahuan filsafat,
4. Pengetahuan religi(penegtahuan agama), pengetahaun atau kebenaran yang bersumber dari agama.

Pengetahuan biasa (common sense)
Pengetahuan biasa atau dalam  filsafat dikatakan dengan istilah common sense, dan sering diartikan sebagai good sense, karena seseorang memiliki sesuatu dimana ia menerima secara baik. Semua menyebutnya itu merah karena memang itu merah, benda itu panas karena memang dirasakan panas, dan sebagainya.
Randall, mengemukakan bahwa ada dua jenis ilmu (science) yang mencakup:
a. Formal science, yang meliputi matematika dan logika formal.
b. Empirical science (ilmu pengetahuan empiris), yang mencakup dua cabag ilmu, yaitu:
1). Physical science, seperti: kimia, biologi, dan fisika
3). Social science, seperti: sosiologi, psikologi,antropologi, psikologi social dan yang lainnya.

Formal science
Ilmu pengetahuan yang tidak bergantung kepada pengalaman, dan tidak berhuungan dengan gejala-gejala alam. Empirical sense (ilmu pengetahuan empiris) berhubungan dengan aspek-aspek pengalaman dan berusaha merumuskan hukum-hukum tentang aspek-aspek tersebut. Pengertian menunjukan, bahwa para ahli di bidang formal science, menitikberatkan pada kerangka atau bentuk-bentuk pernyataan atau pemikiran, bukan pada materi apa yang dibicarakan. Formal science tidak menaruh perhatian pada pengalaman empiris, juga tidak pada intuisi, melainkan pada hubungan-hubungan logis matematis yang murni.

Empirical science
Empirical science berhubungan dengan aspek-aspek pengalaman. Namun bukan sekedar pengalaman biasa, seperti yang dilakukan common sense.
a. Common sense merupakan pengetahaun yang diperoleh melalui pengalaman secara tidak disadari dan tidak disengaja, sedangkan ilmu empiris di peroleh melalui pengalaman metodologis (melalui proses dan cara-cara tertentu).
b. Common sense bersifat random dan kebetulan, sedangkan ilmu empiris berorientasi pada tujuan dan bersifat selektif.
c. Common sense bersifat kabur, obyek dan situasinya tidak dapat dibeda-bedakan, misalnya air menurut common sense merupakan sesuatu yang membasahi, bukan sesuatu kimiawi, seperti yang diselidiki oleh ilmu. Ilmu berhubungan dengan hal-hal atau sifat-sifat yang abstrak, seperti misalnya: energi, bias cahaya, reproduksi, refleksi dan lain sebagainya. Sifat-sifat abstrak ini diperlukan dalam rangka merumuskan hipotesis, membuat sesuatu generalisasi atau hukum-hukum.

Ilmu Pengetahuan
Dalam Ensiklopedia Indonesia, ilmu pengetahuan ialah suatu sistem dari pelbagai pengetahuan yang masing-masing mengenai suatu lapangan pengalaman tertentu, yang disusun sedemikian rupa menurut asas-asas tertentu, hingga menjadi kesatuan; suatu sistem dari pelbagai pengetahuan yang masing-masing didapatkan sebagai hasil pemeriksaan-pemeriksaan yang dilakukan secara teliti dengan memakai metode-metode tertentu (induksi, deduksi).
Menurut epistemologi, setiap pengetahuan manusia itu adalah hasil dari kontraknya dua macam besaran, yaitu:
a. Benda atau yang diperiksa, diselidiki dan akhirnya diketahui (obyek).
b. Manusia yang melakukan pelbagai pemeriksaan dan penyelidikan dan akhirnya mengetahui (mengenal) benda atau hal tadi (subyek).
Kata "ilmu" merupakan terjemahan dari kata "science," yang secara etimologis berasal dari kata lain "scinre" artinya "to know". Dalam pengertian yang sempit science diartikan untuk menunjukkan ilmu pengetahuan alam yang sifatnya kuantitatif dan obyektif.
Menurut Harold H. Titus, ilmu (science) diartikan sebagai common sense yang diatur dan diorganisasikan, mengadakan pendekatan terhadap benda-benda atau Peristiwa-peristiwa dengan menggunakan metode-metode observasi , yang teliti dan kritis.
Menurut Prof. Dr. Mohammad Hatta:
"Tiap-tiap ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang hukum kausal dalam satu golongan masalah yang sama tabiatnya maupun menurut kedudukkannya tampak dari luar maupun menurut bangunnya dari dalam."
Selanjutnya Prof. Dr. Sirkun Pribadi menulis sebagai berikut:
"Obyek ilmu pengetahuan adalah dunia fenomenal, dan metode pendekatannya ialah berdasarkan pengalaman (experience) dengan menggunakan berbagai cara seperti observasi, eksperimen, survei, studi kasus, dan sebagainnya. Pengalaman-pengalaman itu diolah oleh pikiran atas dasar hukum logika yang tertib. Data yang dikumpulkan diolah dengan cara dianalitis, induktif, kemudian ditentukan relasi-relasi antar data-data, diantaranya relasi kausalitas. Konsepsi-konsepsi dan relasi-relasi disusun menurut suatu sistem tertentu yang merupakan suatu keseluruhan yang terintegratif. Keseluruhan integratif ini kita sebut ilmu pengetahuan."

Dari beberapa pengertian ilmu yang dikemukakan diatas, dapat memperoleh gambaran yang jelas, apa yang disebut dengan ilmu. Ilmu pada prinsipnya merupakan usaha untuk mengorganisasikan dan mensistematisasikan common sense, suatu pengetahuan yang berasal dari pengalaman dan pengamatan dalam kehidupan sehari-hari, namun dilanjutkan dengan suatu pemikiran secara cermat dan teliti dengan menggunakan berbagai metode.

Ilmu dapat merupakan suatu metode berpikir secara obyektif (objective thinking), tujuannya untuk menggambarkan dan memberi makna terhadap dunia faktual. Pengetahuan yang diperoleh dengan ilmu, diperolehnya melalui observasi, eksperimen, klasifikasi dan analisis. Ilmu itu obyektif dan mengesampingkan unsur pribadi, pemikiran logika diutamakan, netral, dalam arti tidak dipengaruhi oleh sesuatu yang bersifat kedirian, karena dimulai dengan fakta, ilmu merupakan milik manusia secara komprehensif.

Ilmu merupakan lukisan dan keterangan yang lengkap dan konsisten mengenai hal-hal yang dipelajarinya dalam ruang dan waktu sejauh jangkauan logika, dan dapat diamati pancaindera manusia.

Pengetahuan Biasa dan Ilmu Pengetahuan
Persamaan pengetahuan biasa (knowledge/common sense) dan pengetahuan ilmiah (ilmu pengetahuan) ialah bahwa kedua-duanya mencari kebenaran, timbul dari keinginan manusia untuk mengejar kebenaran untuk mengerti dirinya sendiri.
Tetapi perbedaannya adalah:
Pengetahuan biasa (knowledge/common sense), tidak memandang betul-betul sebab-sebabnya, tidak mencari rumusan yang seobyektif-obyektifnya, tidak mencari obyeknya sampai habis-habisan, tidak ada sintesis, tidak bermetode dan tidak konsisiten.
Pengetahuan ilmiah/ilmu pengetahuan (science) adalah sebaliknya yaitu mementingkan sebab-sebabnya, mencari rumusan yang sebaik-baiknya, menyelidiki obyeknya selengkap-lenkapnya sampai habis-habisan, hendak memberikan sintesis yaitu suatu pandangan yang bergandengan, bermetode dan bersistem.

Bagi manusia mempunyai kemungkinan untuk mencapai pengetahaun yang lebih sempurna daripada pengetahuan biasa, yang lebih tinggi derajatnya, yang hendak memberikan insight (pemahaman yang mendalam). Ilmu pengetahuan memang berdasarkan pengetahuan biasa tetapi disempurnakan, diperluas, dipertagungjawabkan, supaya pasti dan benar. Hingga manusia dengan demikian mendekati apa yang dicita-citakannya, yaitu kebenaran dan hidup yang didasarkan atas kebenaraan itu, yaitu kehidupan yang sungguh-sungguh yang bertaraf manusiawi.

Referensi:
Salam, Burhanuddin. 2003. Pengantar Filsafat. Jakarta: Bumi Aksara.

Jumat, 16 September 2016

You Only Live Once

Menentukan langkah
Siapa yang menginginkan dunia, maka dia harus memiliki ilmu.
Siapa yang menginginkan akhirat, maka dia harus memiliki ilmu.
Barang siapa yang menginginkan keduanya, maka dia harus memiliki ilmu.
Imam Syafi'i

Ilmu merupakan pangkal kesuksesan manusia bagi yang ingin mendapatkan apa saja. Untuk sukses kita harus menentukan langkah kita. Kita harus menemukan tujuan kita yang sebenarnya dalam hidup ini. Hidup ini cuma satu kali, namun didalamnya terdapat berjuta peluang, berjuta kesempatan dan berjuta konsekuensi yang menyertai setiap keputusan, tindakan, bahkan pemikiran seorang manusia.
Filosof Cina bernama Mencius pernah mengatakan, Yang paling penting di dunia ini adalah pengembangan diri. Bila tidak ada yang berkembang dalam diri baik secara fisik terlebih-lebih dalam hal rohani. Tidak mungkin bisa mencapai prestasi atau pekerjaan-pekerjaan yang baik bila tidak ada pengembangan diri. Tidak mungkin seseorang dapat bertahan dalam keadaan sulit bila tidak memiliki sikap pantang menyerah.
Pentingnya pengembangan diri bisa dilihat dari pengalaman hidup setiap manusia. Berkembangnya diri bukan hanya fisik keilmuan saja yang perlu bertumbuh, tetapi juga jiwa. You stop learning, you stop growing. Yang berhenti belajar akan berhenti bertumbuh. Sampai ajal datang, belajar merupakan suatu keharusan bagi setisp insan yang mau menemukan makna hidup.
Mengapa kita perlu mengembangkan diri? untuk apa kita mematangkan cara berpikir, memperbaiki tindakan, mengontrol perasaan dan emosi, mengontrol kemauan, dan memperbaiki cara kita mengambil keputusa, serta unutk apa kita menambah dan mengasah keahlian kita? Untuk apa kita belajar? Jawabannya adalah karena kita mempunyai tujuan hidup. Kita ingin mencapai sasaran hidup kita. Ada yang mau mengabdikan dirinya untukmorang lain. Ada orang yang mau hidup dengan penghasilan kecil asal ia berguna bagi masyarakat. Tanpa tujuan, hidup seperti tidak bermakna.
Adanya tujuan hidup membuat seseorang punya semangat; ada vitalitas. Orang mempunyai motivasi dan energy untuk menjalani hidup sehari-hari. Semakin tinggi sasaran hidup maka semakin besar motivasi yang dimiliki. Sebaliknya, semakin rendah sasaran hidup maka semakin kecil juga motivasi yang dimiliki.

Apa tujuan hidup kita sebagai manusia?
Manusia yang memiliki tujuan hidup akan lebih mudah mengendalikan hidupnya dari guncangan-guncangan masalah. Tujuan hidup berperan memandu pola pikir dan perilaku kita. Tujuan hidup menjadikan sikap, perkataan, daan perbuatan kita tetap fokus dan konsisten. Tidak jarang kejadian yang kita alami memengaruhi emosi dan pengambilan keputusan sehingga kondisi dan tujuan hidup ikut berubah. Dengan kembali memikirkan tujuan hidup maka kita akan menemukan makna dan kepuasan dari segala sesuatu yang kita lakukan.
Langkah pertama dalam menentukan tujuan hidup adalah mengenali diri sendiri; apa kekurangan dan kelebihan, apa yang disukai dan diinginkan. Keinginan hati yang terdalam sering kali menjadi motivasi yang kuat untuk melakukan langkah-langkah pencapaian.
Tujuan hidup haruslah baik. Leo Nikolaevich Tolstoy (1829-1910), seorang pemikir dan novelis Rusia, mengatakan, satu-satunya arti kehidupan adalah mengabdi pada kemanusiaan.  Maka pastikan tujuan hidup kita berkaitan erat dengan kebaikan dunia sekitar dan semua orang, memberi kebahagiaan dan ketenangaan; tidak menimbulkan kekesalan, kecurigaan, amarah, kesengsaraan, apalagi peperangan, serta hal-hal negative lainnya.
Dalam menentukan tujuan hidup, kita harus memikirkan akhir dari perjalanan hidup, mau jadi apa nantinya. Selain itu juga harus menggunakan akal sekaligus hati nurani. Sebab kehidupan yang terbaik adaalh selaras dengan pikiran dan hati. Menentukan tujuan hidup adalah langkah hidup terbesar yang akan membuat kita mencapai kepuasan dan kebahagiaan. Sebab tujuan hidup yang jelas menjadi sebuah peta untuk membimbing kita tiba pada tujuan.

Menegakkan Prinsip
Bagi yang sudah menentukan langkah dalam hidupnya wajib menegakkan prinsip dalam hidupnya. Cina adalah salah satu contoh negara yang konsisiten menjaga prinsip. Bahkan dalam setiap sendi  kehidupan rakyat Cina saat ini yang sudah turun memurun membuat Cina menjadi kekuatan baru dunia.
Wajar jika ada hadizt yang mengatakan,tuntutlah ilmu jauh sampai ke negeri Cina. Sejak zaman kuno sudah dikenal sebagai salah satu tempat peradaban dunia. Ilmuwan dan sastrawan besar banyak yang telah dilahirkan oleh negeri Tirai Bambu tersebut. Jika kita melihat sekeliling kita, hampir semua produk industry di dunia kini dibuat di Cina.
Ada banyak hal yang dapat dipelajari dari bangsa Cina. Salah satunya adalah timbangan makmurnya sebuah negara sesungguhnya bukan dilihat dari pendapatan perkapita sebuah negara, melainkan dari kemakmuran rakyat kecilnya. Contohnya petani. Para petani bisa mendapatkan kredit untuk mengembangkan pertanian dengan bunga 0% dari bank-bank pemerintah. Artinya, petani mendapat perlakuan istimewa untuk maju. Pemerintah Cina tahu, Cina tidak akan besar kalau sampai rakyatnya-yang jumlahnya hampir satu miliar jiwa-harus menggantungkan makannya dari negara luar.
Jepang juga melakukan hal yang sama. Petani di jepang sama prestiusnya dengan pegawai yang bekerja di kantor-kantor mewah di gedung bertingkat Tokyo. Cina dan Jepang menegakkan prinsip. Menegakkan prinsip berarti suatu aturan umum yang dijadikan sebagai panduan perilaku. Primsip apa saja yang kita pegang, sangat terkait apa yang menjadi kebutuhan-kebutuhan, tujuan hidup, dan nilai-nilai yang kita anut.
Menurut John powel, dalam buku Unconditional Love (Cinta Yang Tak Bersyarat) prinsip hidup adalah wawasan yang bersifat umum, yang diterima atau dilekatkan pada situasi yang dipilih. Ciri ornag yang tidak memiliki prinsip hidup adalah tidak memiliki pendirian, tidak memiliki ketetapan hati, mudah berubah-ubah sikap atau responnya, pendapatnya sering kali berupa pendapat orang lain, atau berpihak pada situasi yang paling menguntungkan dan paling aman.
Integritas adalah karakteristik yang dimiliki seorang yang telah mampu mengembangkan kepribadiaannya sedemikian rupa sehingga mencapai tingkat perkembangan yang tinggi, seimbang, dan terpadu antar berbagai aspek dalam dirinya: fisik, psikis, sosial, dan spiritual.integritas dapat diartikan sebagai kejujuran dan kesesuaian antara nilai-nilai dan perilakunya. Ciri-ciri orang yang tidak memiliki integritas adalah kurang mengenal dirinya sendiri, serta kurang wawasan untuk menentukan batas-batas moral, mengabaikan prinsip hidup yang telah dirintis dan diguratkan dalam hati demi kepentingan sesaat.
Untuk menegakkan prinsip hidup dan integritas dapat dilakukan dengan melakukan pengenalan terhadap diri sendiri yang merupakan fondasi dasar dan berlangsung seumur hidup. Dengan begitu kita akan mengetahui kelemahan diri yang dimiliki. Cara untuk menghadapi kekurangan diri sendiri adalah dengan menerima kekurangan diri sendiri. Yaitu dengan menerima apa adanya dan mengembangkan hal-hal positif yang kita punya.
Prinsip hidup dan integritas akan membuat kerja psikis kita lebih efisien, terutama jika dihadapkan pada situasi yang mengharuskan kita untuk menentukan pilihan.

Referensi:
Candra, Mega. 2013. Mau Jadi Apa. Yogyakarta: ANDI.