Apakah Pengetahuan Itu
Pengetahuan merupakan dasil dari usaha manusia untuk tahu. Drs. Sidi Gazalba, mengemukakan bahwa pengetahuan ialah apa yanh diketahui atau hasil pekerjaan tahu. Pekerjaan tahu tersebut adalah hasil daripada: kenal, sadar, insaf, mengerti dan pandai.
Menurut Drs. Burhanuddin Salam, ada beberapa pengetahuan yang dimiliki manusia, yaitu:
1. Pengetahuan biasa atau common sense
2. Pengetahuan ilmu, secara singkat orang menyebutnya ilmu sebagai terjemahan dari science
3. Pengetahuan filsafat,
4. Pengetahuan religi(penegtahuan agama), pengetahaun atau kebenaran yang bersumber dari agama.
Pengetahuan biasa (common sense)
Pengetahuan biasa atau dalam filsafat dikatakan dengan istilah common sense, dan sering diartikan sebagai good sense, karena seseorang memiliki sesuatu dimana ia menerima secara baik. Semua menyebutnya itu merah karena memang itu merah, benda itu panas karena memang dirasakan panas, dan sebagainya.
Randall, mengemukakan bahwa ada dua jenis ilmu (science) yang mencakup:
a. Formal science, yang meliputi matematika dan logika formal.
b. Empirical science (ilmu pengetahuan empiris), yang mencakup dua cabag ilmu, yaitu:
1). Physical science, seperti: kimia, biologi, dan fisika
3). Social science, seperti: sosiologi, psikologi,antropologi, psikologi social dan yang lainnya.
Formal science
Ilmu pengetahuan yang tidak bergantung kepada pengalaman, dan tidak berhuungan dengan gejala-gejala alam. Empirical sense (ilmu pengetahuan empiris) berhubungan dengan aspek-aspek pengalaman dan berusaha merumuskan hukum-hukum tentang aspek-aspek tersebut. Pengertian menunjukan, bahwa para ahli di bidang formal science, menitikberatkan pada kerangka atau bentuk-bentuk pernyataan atau pemikiran, bukan pada materi apa yang dibicarakan. Formal science tidak menaruh perhatian pada pengalaman empiris, juga tidak pada intuisi, melainkan pada hubungan-hubungan logis matematis yang murni.
Empirical science
Empirical science berhubungan dengan aspek-aspek pengalaman. Namun bukan sekedar pengalaman biasa, seperti yang dilakukan common sense.
a. Common sense merupakan pengetahaun yang diperoleh melalui pengalaman secara tidak disadari dan tidak disengaja, sedangkan ilmu empiris di peroleh melalui pengalaman metodologis (melalui proses dan cara-cara tertentu).
b. Common sense bersifat random dan kebetulan, sedangkan ilmu empiris berorientasi pada tujuan dan bersifat selektif.
c. Common sense bersifat kabur, obyek dan situasinya tidak dapat dibeda-bedakan, misalnya air menurut common sense merupakan sesuatu yang membasahi, bukan sesuatu kimiawi, seperti yang diselidiki oleh ilmu. Ilmu berhubungan dengan hal-hal atau sifat-sifat yang abstrak, seperti misalnya: energi, bias cahaya, reproduksi, refleksi dan lain sebagainya. Sifat-sifat abstrak ini diperlukan dalam rangka merumuskan hipotesis, membuat sesuatu generalisasi atau hukum-hukum.
Ilmu Pengetahuan
Dalam Ensiklopedia Indonesia, ilmu pengetahuan ialah suatu sistem dari pelbagai pengetahuan yang masing-masing mengenai suatu lapangan pengalaman tertentu, yang disusun sedemikian rupa menurut asas-asas tertentu, hingga menjadi kesatuan; suatu sistem dari pelbagai pengetahuan yang masing-masing didapatkan sebagai hasil pemeriksaan-pemeriksaan yang dilakukan secara teliti dengan memakai metode-metode tertentu (induksi, deduksi).
Menurut epistemologi, setiap pengetahuan manusia itu adalah hasil dari kontraknya dua macam besaran, yaitu:
a. Benda atau yang diperiksa, diselidiki dan akhirnya diketahui (obyek).
b. Manusia yang melakukan pelbagai pemeriksaan dan penyelidikan dan akhirnya mengetahui (mengenal) benda atau hal tadi (subyek).
Kata "ilmu" merupakan terjemahan dari kata "science," yang secara etimologis berasal dari kata lain "scinre" artinya "to know". Dalam pengertian yang sempit science diartikan untuk menunjukkan ilmu pengetahuan alam yang sifatnya kuantitatif dan obyektif.
Menurut Harold H. Titus, ilmu (science) diartikan sebagai common sense yang diatur dan diorganisasikan, mengadakan pendekatan terhadap benda-benda atau Peristiwa-peristiwa dengan menggunakan metode-metode observasi , yang teliti dan kritis.
Menurut Prof. Dr. Mohammad Hatta:
"Tiap-tiap ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang hukum kausal dalam satu golongan masalah yang sama tabiatnya maupun menurut kedudukkannya tampak dari luar maupun menurut bangunnya dari dalam."
Selanjutnya Prof. Dr. Sirkun Pribadi menulis sebagai berikut:
"Obyek ilmu pengetahuan adalah dunia fenomenal, dan metode pendekatannya ialah berdasarkan pengalaman (experience) dengan menggunakan berbagai cara seperti observasi, eksperimen, survei, studi kasus, dan sebagainnya. Pengalaman-pengalaman itu diolah oleh pikiran atas dasar hukum logika yang tertib. Data yang dikumpulkan diolah dengan cara dianalitis, induktif, kemudian ditentukan relasi-relasi antar data-data, diantaranya relasi kausalitas. Konsepsi-konsepsi dan relasi-relasi disusun menurut suatu sistem tertentu yang merupakan suatu keseluruhan yang terintegratif. Keseluruhan integratif ini kita sebut ilmu pengetahuan."
Dari beberapa pengertian ilmu yang dikemukakan diatas, dapat memperoleh gambaran yang jelas, apa yang disebut dengan ilmu. Ilmu pada prinsipnya merupakan usaha untuk mengorganisasikan dan mensistematisasikan common sense, suatu pengetahuan yang berasal dari pengalaman dan pengamatan dalam kehidupan sehari-hari, namun dilanjutkan dengan suatu pemikiran secara cermat dan teliti dengan menggunakan berbagai metode.
Ilmu dapat merupakan suatu metode berpikir secara obyektif (objective thinking), tujuannya untuk menggambarkan dan memberi makna terhadap dunia faktual. Pengetahuan yang diperoleh dengan ilmu, diperolehnya melalui observasi, eksperimen, klasifikasi dan analisis. Ilmu itu obyektif dan mengesampingkan unsur pribadi, pemikiran logika diutamakan, netral, dalam arti tidak dipengaruhi oleh sesuatu yang bersifat kedirian, karena dimulai dengan fakta, ilmu merupakan milik manusia secara komprehensif.
Ilmu merupakan lukisan dan keterangan yang lengkap dan konsisten mengenai hal-hal yang dipelajarinya dalam ruang dan waktu sejauh jangkauan logika, dan dapat diamati pancaindera manusia.
Pengetahuan Biasa dan Ilmu Pengetahuan
Persamaan pengetahuan biasa (knowledge/common sense) dan pengetahuan ilmiah (ilmu pengetahuan) ialah bahwa kedua-duanya mencari kebenaran, timbul dari keinginan manusia untuk mengejar kebenaran untuk mengerti dirinya sendiri.
Tetapi perbedaannya adalah:
Pengetahuan biasa (knowledge/common sense), tidak memandang betul-betul sebab-sebabnya, tidak mencari rumusan yang seobyektif-obyektifnya, tidak mencari obyeknya sampai habis-habisan, tidak ada sintesis, tidak bermetode dan tidak konsisiten.
Pengetahuan ilmiah/ilmu pengetahuan (science) adalah sebaliknya yaitu mementingkan sebab-sebabnya, mencari rumusan yang sebaik-baiknya, menyelidiki obyeknya selengkap-lenkapnya sampai habis-habisan, hendak memberikan sintesis yaitu suatu pandangan yang bergandengan, bermetode dan bersistem.
Bagi manusia mempunyai kemungkinan untuk mencapai pengetahaun yang lebih sempurna daripada pengetahuan biasa, yang lebih tinggi derajatnya, yang hendak memberikan insight (pemahaman yang mendalam). Ilmu pengetahuan memang berdasarkan pengetahuan biasa tetapi disempurnakan, diperluas, dipertagungjawabkan, supaya pasti dan benar. Hingga manusia dengan demikian mendekati apa yang dicita-citakannya, yaitu kebenaran dan hidup yang didasarkan atas kebenaraan itu, yaitu kehidupan yang sungguh-sungguh yang bertaraf manusiawi.
Referensi:
Salam, Burhanuddin. 2003. Pengantar Filsafat. Jakarta: Bumi Aksara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar