"Sesungguhnya semua manusia berada dalam kehancuran kecuali mereka yang berilmu. Orang-orang yang berilmu berada dalam kehancuran kecuali mereka mereka yang beramal. Mereka yang beramal juga berada dalam kehancuran kecuali golongan yang ikhlas. Golongan yang ikhlas ini pun masih belum selamat sepenuhnya dari bahaya besar di sisi Allah".
[Faqih Syarif H]
Pengertian Logika dan Penalaran Ilmiah
Logika
berasal dari bahasa Yunani kuno (logos)
yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan
dinyatakan dalam bahasa. Sebagai ilmu, logika disebut dengan logike episteme
(Latin: logika sciential) atau ilmu logika (ilmu pengetahuan) yang mempelajari
kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur.
Ilmu di
sini mengacu pada kemampuan rasional untuk mengetahui dan kecakapan mengacu
pada kesanggupan akal budi untuk mewujudkan pengetahuan kedalam tindakan. Kata
logis yang dipergunakan tersebut dapat juga diartikan dengan masuk akal.
Logika
merupakan sebuah ilmu pengetahuan di mana objek materialnya adalah berpikir
(khususnya penalaran/ proses penalaran) dan objek formal logika adalah berpikir
penalaran yang ditinjau dari segi ketepatannya. Sebagai cabang filsafat, logika
merupakan cabang filsafat yang praktis. Praktis di sini berarti logika dapat
dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Logika
lahir bersama-sama dengan lahirnya filsafat di Yunani. Dalam usaha untuk
memperkenalkan pemikiran dan pendapat-pendapatnya, para filsuf Yunani kuno tidak
jarang membantah pikiran yang lain dengan menunjukkan kesatuan penalarannya.
Logika
dapat didefinisikan sebagai: pengkajian untuk berpikir secara sahih. Logika
dipakai untuk menarik kesimpulan dari suatu proses berpikir berdasar cara
tertentu, yang mana proses berpikir di sini merupakan suatu penalaran untuk
menghasilkan suatu pengetahuan.
Logika
secara garis besar dapat dipilahkan dalam dua bagian, yaitu: induksi dan
deduksi. Induksi merupakan suatu cara berpikir di mana Tarik suatu kesimpulan
uang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual. Deduksi adalah
suatu cara berpikir di mana dari pernyataaan yang bersifat umum ditarik
kesimpulan yang bersifat khusus.
Contoh
suatu pemikiran induksi: fakta memperlihatkan, kambing mempunyai mata, gajah
mempunyai mata, begitu pula singa, kucing dan binatang-binatang lainnya. Secara
induksi dapat disimpulkan secara umum bahwa: semua binatang mempunyai mata.
Contoh
suatu pemikiran deduksi: contoh berikut pemakian pola berpikir yang dinamakan
silogismus, suatu pola berpikir yang sering dipakai dalam menarik kesimpulan
secara deduksi.
- Semua makhluk mempunyai mata (Premis mayor)
- Si Polan adalah seorang makhluk (Premis minor)
- Jadi si Polan mempunyai mata (kesimpulan)
Penarikan
kesimpulan secara deduksi harus memenuhi syarat: Premis mayor harus benar.
Premis minor harus benar. Kesimpulan harus sahih (mempunyai keabsahan).Selain dua
macam logika seperti di atas, masih terdapat jenis-jenis logika lainnya yaitu:
(i) logika deontic; (ii) logika dialektis; (iii) logika formal; (iv)
logikainformal; (v) logika kategoris tradisonal; (vi) logika kombinatoral;
(vii) logika matematis atau simbolis; (viii) logika modal; (ix) logika
probabilitas; dan (x) logika simbolik.
Macam-macam Logika
Logika dipilah
dalam logika alamiah dan logika ilmiah. Logika alamiah adalah kinerja akal budi
manusia yang berpikir secara tepat dan lurus sebelum dipengaruhi oleh
keinginan-keinginan dan kecenderungan-kecenderungan yang subjektif. Kemampuan
logika alamiah manusia ada sejak lahir. Sedangkan logika ilmiah memper halus,
mempertajam pemikiran serta akal budi.
Logika ilmiah menjadi ilmu khusus yang merumuskan asas-asas yang harus
ditepati dalam setiap pemikiran. Berkat pertolongan logika ilmiah inilah akal
budi dapat bekerja dengan lebih tepat, lebih teliti, lebih mudah dan lebih
aman. Logika ilmiah dimaksudkan untuk menghindarkan kesesatan atau, paling
tida, mengurangi kesesatan.
Kegunaan Logika
Logika
digunakan untuk melakukan pembuktian. Logika mengatakan yang bentuk inferensi
yang berlaku dan yang tidak. Secara tradisional, logika dipelajari sebagai
cabang filosofi, tetapi juga dapat dianggap sebagai cabang matematika.
Adapun
kegunaan logika secara terperinci antara lain: (i) Membantu setiap orang yang
mempelajari logika untuk berpikir secara rasional, kritis, lurus, tetap,
tertib, metodis dan koheren; (ii) Meningkatkan kemampuan berpikir secara
abstrak, cermat, dan objektif; (iii) Menambahkan kecerdasan dan meningkatkan
kemampuan berpikir secara tajam dan mandiri; (iv) Memaksa dan mendorong orang
untuk berpikir sendiri dengan menggunkan asas-asas sistematis; (v) Meningkatkan
cinta akan kebenaran dan menghindari kesalahan-kesalahan berpikir, kekeliruan
serta kesesatan; dan (vi) mampu melakukan analisis terhadap suatu kejadian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar