Kamis, 10 November 2016

LOGIKA

"Sesungguhnya semua manusia berada dalam kehancuran kecuali mereka yang berilmu. Orang-orang yang berilmu berada dalam kehancuran kecuali mereka mereka yang beramal. Mereka yang beramal juga berada dalam kehancuran kecuali golongan yang ikhlas. Golongan yang ikhlas ini pun masih belum selamat sepenuhnya dari bahaya besar di sisi Allah".
[Faqih Syarif H]

Pengertian Logika dan Penalaran Ilmiah
      Logika berasal dari bahasa Yunani kuno (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Sebagai ilmu, logika disebut dengan logike episteme (Latin: logika sciential) atau ilmu logika (ilmu pengetahuan) yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur.
        Ilmu di sini mengacu pada kemampuan rasional untuk mengetahui dan kecakapan mengacu pada kesanggupan akal budi untuk mewujudkan pengetahuan kedalam tindakan. Kata logis yang dipergunakan tersebut dapat juga diartikan dengan masuk akal.
    Logika merupakan sebuah ilmu pengetahuan di mana objek materialnya adalah berpikir (khususnya penalaran/ proses penalaran) dan objek formal logika adalah berpikir penalaran yang ditinjau dari segi ketepatannya. Sebagai cabang filsafat, logika merupakan cabang filsafat yang praktis. Praktis di sini berarti logika dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
   Logika lahir bersama-sama dengan lahirnya filsafat di Yunani. Dalam usaha untuk memperkenalkan pemikiran dan pendapat-pendapatnya, para filsuf Yunani kuno tidak jarang membantah pikiran yang lain dengan menunjukkan kesatuan penalarannya.
       Logika dapat didefinisikan sebagai: pengkajian untuk berpikir secara sahih. Logika dipakai untuk menarik kesimpulan dari suatu proses berpikir berdasar cara tertentu, yang mana proses berpikir di sini merupakan suatu penalaran untuk menghasilkan suatu pengetahuan.
       Logika secara garis besar dapat dipilahkan dalam dua bagian, yaitu: induksi dan deduksi. Induksi merupakan suatu cara berpikir di mana Tarik suatu kesimpulan uang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual. Deduksi adalah suatu cara berpikir di mana dari pernyataaan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus.
   Contoh suatu pemikiran induksi: fakta memperlihatkan, kambing mempunyai mata, gajah mempunyai mata, begitu pula singa, kucing dan binatang-binatang lainnya. Secara induksi dapat disimpulkan secara umum bahwa: semua binatang mempunyai mata.
   Contoh suatu pemikiran deduksi: contoh berikut pemakian pola berpikir yang dinamakan silogismus, suatu pola berpikir yang sering dipakai dalam menarik kesimpulan secara deduksi.
  •  Semua makhluk mempunyai mata (Premis mayor)
  •  Si Polan adalah seorang makhluk (Premis minor)
  • Jadi si Polan mempunyai mata (kesimpulan)

Penarikan kesimpulan secara deduksi harus memenuhi syarat: Premis mayor harus benar. Premis minor harus benar. Kesimpulan harus sahih (mempunyai keabsahan).Selain dua macam logika seperti di atas, masih terdapat jenis-jenis logika lainnya yaitu: (i) logika deontic; (ii) logika dialektis; (iii) logika formal; (iv) logikainformal; (v) logika kategoris tradisonal; (vi) logika kombinatoral; (vii) logika matematis atau simbolis; (viii) logika modal; (ix) logika probabilitas; dan (x) logika simbolik.

Macam-macam Logika
Logika dipilah dalam logika alamiah dan logika ilmiah. Logika alamiah adalah kinerja akal budi manusia yang berpikir secara tepat dan lurus sebelum dipengaruhi oleh keinginan-keinginan dan kecenderungan-kecenderungan yang subjektif. Kemampuan logika alamiah manusia ada sejak lahir. Sedangkan logika ilmiah memper halus, mempertajam pemikiran serta akal budi.  Logika ilmiah menjadi ilmu khusus yang merumuskan asas-asas yang harus ditepati dalam setiap pemikiran. Berkat pertolongan logika ilmiah inilah akal budi dapat bekerja dengan lebih tepat, lebih teliti, lebih mudah dan lebih aman. Logika ilmiah dimaksudkan untuk menghindarkan kesesatan atau, paling tida, mengurangi kesesatan.

Kegunaan Logika
        Logika digunakan untuk melakukan pembuktian. Logika mengatakan yang bentuk inferensi yang berlaku dan yang tidak. Secara tradisional, logika dipelajari sebagai cabang filosofi, tetapi juga dapat dianggap sebagai cabang matematika.

      Adapun kegunaan logika secara terperinci antara lain: (i) Membantu setiap orang yang mempelajari logika untuk berpikir secara rasional, kritis, lurus, tetap, tertib, metodis dan koheren; (ii) Meningkatkan kemampuan berpikir secara abstrak, cermat, dan objektif; (iii) Menambahkan kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berpikir secara tajam dan mandiri; (iv) Memaksa dan mendorong orang untuk berpikir sendiri dengan menggunkan asas-asas sistematis; (v) Meningkatkan cinta akan kebenaran dan menghindari kesalahan-kesalahan berpikir, kekeliruan serta kesesatan; dan (vi) mampu melakukan analisis terhadap suatu kejadian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar