Jumat, 25 November 2016

BANTEN DITENGAH MODERENISASI DAN GLOBALISASI


 "Negeri akhirat itu kami jadikan untuk orang-orang ynag tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di bumi. Dan kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertakwa." [QS. Al- Qashassh: 83]
Banten adalah sebuah provinsi kecil yang berada dipenghujung barat pulau jawa, Indonesia. Awalnya banten merupakan bagian dari provinsi jawa barat, namun sejak tahun 2000, dengan keputusan Undang-undang nomor 23 tahun 2000 banten memisahkan diri dan menjadi provinsi sendiri. Wilayah laut Banten merupakan salah satu jalur potensial. Selat sunda merupakan salah satu jalur yang dapat dilalui kapal besar yang menghubungkan Australia, Selandia Baru, dengan kawasan asia tenggara misalnya, Thailand, Malaysia, dan Singapura. Disamping itu banten banten merupakan jalur perlintasan/ pengehubung dua pulau besar yang ada di Indonesia, yaitu Jawa dan Sumatera.  Bila dikaitkan  posisi geografis, dan pemerintahan maka wilayah banten terutama Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang merupakan wilayah penyangga bagi ibukota Negara. Secara ekonomi wilayah banten mempunyai banyak industri. Wilayah provinsi banten juga memiliki beberapa pelabuhan laut yang dikembangkan sebagai antisipsi untuk menampung kelebihan kapasitas
Modernisasi adalah merupakan proses perubahan dari cara tradisional ke cara baru yang lebih maju untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Lahirnya modrenisasi merupakan dari hasil kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang. Tingkat teknologi dalam membangun modernisasi sangat di rasakan dan dinikmati oleh semua lapisan masyarakat dari kota metropolitan sampai ke desa-desa terpencil.
Globalisasi menurut Achmad Suparman adalah suatu proses yang menjadikan sesuatu benda atau perilaku atau ciri dari setiap individu di dunia tanpa dibatasi oleh wilayah. Terjadinya globalisasi ditandai dengan adanya proses batas suatu Negara menjadi semakin sempit atau memudar karena kemudahan berinteraksi dengan Negara baik dengan pertukaran informasi, perdagangan, gaya hidup, dan bentuk interaksi lainnya.
Banten berada disekitar modernisasi dan globalisasi yang tinggi, yaitu berada pada jalur dimana modernisasi akan didapat dengan mudah dan globalisasi akan cepat berkembang. Kedatangan bangsa asing yang melalui pelabuhan banten, kota-kota di Banten yang dekat dengan Ibukota Negara, destinasi wisata pantai yang ramai, dan perindustrian yang menjamur di wilayah pesisir pantai merupkan faktor-faktor utama yang mendukung modernisasi dan globalisasi akan tumbuh subur di provinsi ini.
Banten sepintas mungkin terlihat provinsi yang cepat berkembang walau dalam usia muda. Namun, apakah sumberdaya manusia atau masyarakat banten telah siap dengan pertumbuhan dan perkembangan modernisasi dan globalisasi yang kian cepat? Penduduk banten mayoritas masih berpendidikan rendah, terlebih pada banten bagian selatan yang masih terdapat suku baduy dan sulit transportasi. Kesenjangan sosial kental terasa pada masyarakat Banten, dimana Banten bagian timur yaitu Cilegon, Tangerang, Serang telah berkembang terlalu pesat dibanding banten bagian selatan, Pandeglang dan Lebak. Akibat dari pendidikan yang masih rendah, maka kekalahan yang dialami oleh masyarakat Banten dalam menghadapi arus modernisasi dan globalisasi. Pembangunan memang dilakukan didaerah banten, namun hampir smua sumber daya manusia yang terlibat didalammnya adalah masyarakat luar Banten bahkan bagian pengelolaan dipegang oleh bangsa asing seperti China, Jepang, Korea dan bangsa-bangsa lain yang memilki kompetensi dan kemampuan lebih tinggi.
Permasalahan banten ditengah modernisasi dan globalisasi adalah SDMnya yang tidak berdaya saing, yang mengakibatkan merugikan bangsa sendiri. Karena seharusnya sebuah modernisasi dan globalisasi akan menjadi keuntungan untuk membangun daerah banten. Namun, kenyataannnya banten sudah tumbuh dan berkembang tanpa peran serta keterlibatan masyarakat Banten didalamnya. Hal ini berdampak pada tingginya angka pengangguran masyarakat Banten ditengah-tengah pembangunan yang pesat. Selain itu kesadaran masyarakat Banten pun masih rendah, kebanyakan mereka masih tidak dan bahkan tidak tahu akan peluang dan ancaman yang akan menghampiri mereka. 

Solusi untuk menghadapi semua itu adalah terletak pada regulasi pemerintah provinsi banten yang harus berpihak pada rakyat bukan pada pengusaha.  Dalam menghadapi permasalahan ini, pemerintah provinsi banten harus melakukan perbaikan pendidikan berbasis Sekolah Menengah Kejuruan yang harus sesuai dengan kebutuhan dunia industri yang ada diprovinsi Banten seperti pariwisata, pertanian, teknik, teknologi IT. Serta mendorong perguruan tinggi di Banten agar meningkatkan kualitas pendidikannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar