"Negeri akhirat itu kami jadikan untuk orang-orang ynag tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di bumi. Dan kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertakwa." [QS. Al- Qashassh: 83]
Banten adalah sebuah
provinsi kecil yang berada dipenghujung barat pulau jawa, Indonesia. Awalnya
banten merupakan bagian dari provinsi jawa barat, namun sejak tahun 2000,
dengan keputusan Undang-undang nomor 23 tahun 2000 banten memisahkan diri dan
menjadi provinsi sendiri. Wilayah laut Banten merupakan salah satu jalur
potensial. Selat sunda merupakan salah satu jalur yang dapat dilalui kapal
besar yang menghubungkan Australia, Selandia Baru, dengan kawasan asia tenggara
misalnya, Thailand, Malaysia, dan Singapura. Disamping itu banten banten
merupakan jalur perlintasan/ pengehubung dua pulau besar yang ada di Indonesia,
yaitu Jawa dan Sumatera. Bila
dikaitkan posisi geografis, dan
pemerintahan maka wilayah banten terutama Kota Tangerang dan Kabupaten
Tangerang merupakan wilayah penyangga bagi ibukota Negara. Secara ekonomi
wilayah banten mempunyai banyak industri. Wilayah provinsi banten juga memiliki
beberapa pelabuhan laut yang dikembangkan sebagai antisipsi untuk menampung
kelebihan kapasitas
Modernisasi adalah
merupakan proses perubahan dari cara tradisional ke cara baru yang lebih maju
untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Lahirnya modrenisasi merupakan
dari hasil kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang.
Tingkat teknologi dalam membangun modernisasi sangat di rasakan dan dinikmati
oleh semua lapisan masyarakat dari kota metropolitan sampai ke desa-desa
terpencil.
Globalisasi menurut Achmad
Suparman adalah suatu proses yang menjadikan sesuatu benda atau perilaku atau
ciri dari setiap individu di dunia tanpa dibatasi oleh wilayah. Terjadinya
globalisasi ditandai dengan adanya proses batas suatu Negara menjadi semakin
sempit atau memudar karena kemudahan berinteraksi dengan Negara baik dengan
pertukaran informasi, perdagangan, gaya hidup, dan bentuk interaksi lainnya.
Banten berada disekitar
modernisasi dan globalisasi yang tinggi, yaitu berada pada jalur dimana
modernisasi akan didapat dengan mudah dan globalisasi akan cepat berkembang.
Kedatangan bangsa asing yang melalui pelabuhan banten, kota-kota di Banten yang
dekat dengan Ibukota Negara, destinasi wisata pantai yang ramai, dan
perindustrian yang menjamur di wilayah pesisir pantai merupkan faktor-faktor
utama yang mendukung modernisasi dan globalisasi akan tumbuh subur di provinsi
ini.
Banten sepintas mungkin
terlihat provinsi yang cepat berkembang walau dalam usia muda. Namun, apakah
sumberdaya manusia atau masyarakat banten telah siap dengan pertumbuhan dan
perkembangan modernisasi dan globalisasi yang kian cepat? Penduduk banten
mayoritas masih berpendidikan rendah, terlebih pada banten bagian selatan yang
masih terdapat suku baduy dan sulit transportasi. Kesenjangan sosial kental
terasa pada masyarakat Banten, dimana Banten bagian timur yaitu Cilegon,
Tangerang, Serang telah berkembang terlalu pesat dibanding banten bagian
selatan, Pandeglang dan Lebak. Akibat dari pendidikan yang masih rendah, maka
kekalahan yang dialami oleh masyarakat Banten dalam menghadapi arus modernisasi
dan globalisasi. Pembangunan memang dilakukan didaerah banten, namun hampir
smua sumber daya manusia yang terlibat didalammnya adalah masyarakat luar Banten
bahkan bagian pengelolaan dipegang oleh bangsa asing seperti China, Jepang, Korea
dan bangsa-bangsa lain yang memilki kompetensi dan kemampuan lebih tinggi.
Permasalahan banten
ditengah modernisasi dan globalisasi adalah SDMnya yang tidak berdaya saing,
yang mengakibatkan merugikan bangsa sendiri. Karena seharusnya sebuah
modernisasi dan globalisasi akan menjadi keuntungan untuk membangun daerah
banten. Namun, kenyataannnya banten sudah tumbuh dan berkembang tanpa peran
serta keterlibatan masyarakat Banten didalamnya. Hal ini berdampak pada
tingginya angka pengangguran masyarakat Banten ditengah-tengah pembangunan yang
pesat. Selain itu kesadaran masyarakat Banten pun masih rendah, kebanyakan
mereka masih tidak dan bahkan tidak tahu akan peluang dan ancaman yang akan
menghampiri mereka.
Solusi untuk menghadapi
semua itu adalah terletak pada regulasi pemerintah provinsi banten yang harus
berpihak pada rakyat bukan pada pengusaha. Dalam menghadapi permasalahan ini, pemerintah
provinsi banten harus melakukan perbaikan pendidikan berbasis Sekolah Menengah
Kejuruan yang harus sesuai dengan kebutuhan dunia industri yang ada diprovinsi
Banten seperti pariwisata, pertanian, teknik, teknologi IT. Serta mendorong
perguruan tinggi di Banten agar meningkatkan kualitas pendidikannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar